Ditegaskan Einstein, tujuan tertinggi dari ketaatan beragama tak lain adalah keselarasan sempurna dengan alam semesta, termasuk manusia di dalamnya.
Pada tahun 1940, Albert Einstein menulis sebuah esai menggemparkan berjudul Science and Religion. Esai itu sontak menggoreskan berbagai kontroversi, khususnya di kalangan agamawan dan teolog. Pasalnya, melalui esai itu, Einstein menggusur konsep Tuhan yang telah dibangun oleh para teolog sejak berabad-abad silam. Einstein kemudian menyebut Tuhan ala teolog itu sebagai Tuhan Personal yang tampak begitu kerdil baginya.
Baca Lanjutannya…
Ber-Tuhan ala Einstein
Diskusi Publik: “Perang Global Melawan Terorisme”
Ulil Abshar Abdala:
LOWONGAN KERJA
Kehidupan Damai Keinginan Bersama
ICRP: Cabut Perda Syariah
Dakwah dalam Masyarakat Majemuk (QS. An-Nahl/16:125)
Korupsi: Perbuatan Curang, Dzalim dan Merugikan (QS. Al-Baqarah/2:188)
Setelah Lebaran, Lalu?