Oleh: ahmadnurcholish | Januari 18, 2012

Keseriusan Pemerintah Dipertanyakan

Keseriusan Pemerintah Dipertanyakan Soal GKI Yasmin

Lagi-lagi pemerintah tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus GKI Yasmin. Pemerintah kembali mangkir dari undangan pertemuan dengan DPR, Selasa (17/01/2012). Sebelumnya pemerintah juga membatalkan pertemuan-pertemuan serupa terkait penyelesaian persoalan GKI Yasmin. DPR akan memberikan kesempatan yang ketiga kalinya untuk berkonsultasi dengan pihak parlemen.

Menanggapi kasus GKI Yasmin, Ir KH Salahudin Wahid pengasuh pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur  menanggapi ketika dihubungi icrp-online melalui akun twitternya bahwa pemerintah dinilai ragu-ragu menanggapi dan menyelesaikan kasus GKI Yasmin. Kyai dan juga adik Gus Dur ini menilai harus ada dialog untuk segera menyelesaikan kasus pelarangan hak beribadah ini. “Harus segera ada dialog utk penyelesaian. Pmrnth ragu2 bertindak krn takut dianggap lampaui wewenang” twitt Kyai nyentrik yang alim ini.

Terhitung sudah 3 tahun persoalan ini terjadi. Sampai saat ini belum ada upaya serius dari pemerintah. Anggota DPR dari Fraksi PDI-P Eva Kusuma Sundari berharap pertemuan pemerintah dan DPR dapat segera dilaksanakan. Hal itu diperlukan untuk mendorong kementrian terkait untuk melaksanakan tugasnya dan segera mungkin mengakhiri konflik ini.

Eva Kusuma Sundari juga sempat mendapat perlakuan buruk dari masa penolak GKI Yasmin ketika mendampingi ibadat jemaat GKI Yasmin beberapa waktu lalu. (lihat: Massa Kembali Halangi Ibadah Jemaat GKI Yasmin) /Mukhlisin/icrp-online.org/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: