Oleh: ahmadnurcholish | Februari 13, 2012

FPI Mendapat ‘Pukulan Telak’

FPI Mendapat ‘Pukulan Telak’

Warga Dayak tolak FPI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Aksi yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 11 Februari 2012, dilakukan secara terang-terangan. Bahkan ketua FPI, Habib Rizieq, yang baru saja tiba di bandara Tjilik Riwut, langsung mereka usir.  Warga sangat berkeberatan dan menolak keras kehadiran Habib Rizieq yang sekiranya akan melakukan tabliq akbar dikotaini, sekaligus melakukan pelantikan FPI di Kalimantan Tengah ini.

Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh, Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (Kalteng) Lucas Tingkes yang mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng agar melarang pembentukan FPI. Ia meminta kepolisian agar tidak memberikan izin dan membatalkan rencana pelantikan pengurus FPI di wilayah Kalteng. Kalteng yang selama ini menjaga keharmonisan masyarakat serta kerukunan antarumat beragama, tidak ingin keadaan tersebut dirusak dengan hadirnya FPI. (Tempo, 11/01/)

Mohammad Monib, menanggapi terjadinya penolakan FPI di Palangkaraya tersebut mengatakan,”Sesungguhnya, bangsa dan mayoritas muslim Indonesia watak dasarnya cinta damai, anti kekerasan dan tidak senang agama dijadikan tameng penyaluran kepentingan-kepentingan bersifat duniawi. Problem mayoritas umat ini tidak artikulatif dan memilih diam. Apalagi, Islam memang hadir dengan wajah sejuk, damai, kooperatif dan apresiatif dengan budaya dan keberadaan agama, kepercayaan dan tradisi asli Indonesia.”

Aktivis yang sedang mengawal dan merumuskan kembali RUU KUB ini juga mengatakan kalau Wali Songo, penyebar Islam awal ke Indonesia itu datang dengan Islam ramah, islam yang menyejukkan hati, islam yang cerdas dengan nilai-nilai kemanusiaan. Para wali itu sangat cerdas dan kreatif dalam melakukan misi dan dakwah keislaman. Saya yakin, bila Islam awal datang dengan wajah sangar, kasar, arogan dan kriminalistik seperti yang ingin ditampilkan oleh beberapa komunitas, salah satunya FPI, bangsa ini akan menolaknya. Hati manusia akan menolaknya. Muslim yang paham sejarah dakwah Islam awal, model dan pola Rasulullah, pasti akan menolak model dan aksi penodaan wajah Islam yang ingin ditampilkan oleh sebagian ormas-ormas Islam. Nah, FPI ini sangat obsesif menampilkan wajah sangar dan kasar umat beragama. Ormas ini sudah sangat sering menodai wajah Islam. Melanggar prinsip visi dan misi Islam. Agama rahmatan lil alamin. Sudah sangat sering kita melihat aksi-aksinya melanggar 3 prinsip HAM Islam; lindungi jiwa, harta dan kehormatan manusia. Prinsip yang dideklarasikan oleh Rasulullah pada Haji Perpisahan (Haji Wada’) di Padang Arafah pada Abad ke-7 Masehi.

Sehingga menurut Monib,”Penolakan warga Dayak di Kalimantan itu hemat saya merupakan pukulan telak ke dalam pikiran FPI. Saya ingin mereka sadar dan insyaf diri. Kalau mereka cerdas dan benar-benar manusia beragama, penolakan itu sebagai pembelajaran empati bagi FPI. Biar mereka tau diperlakukan tidak nyaman. Selama ini mereka penindas dan semena-mena. Semoga mereka itu  kembali ke prinsip-prinsip ajaran Islam.  Saya senang sekali kepada warga Kalimantan yang telah memberikan pelajaran berharga ini. Kalau FPI cerdas, benar-benar ingin membela kehormatan Islam, berasaskan nilai-nilai Islam, penolakan itu sebagai warning agar mereka introspeksi diri. Kalau ternyata, penolakan ini disikapi dengan kemarahan dan kebencian, itulah watak dan wajah FPI.”

Setelah penolakan keras dari warga Dayak, di Kalimantan Tengah, maka aksi serupa tetap bergulir di tempat lain, sebut saja di Medan, Padang Sidempuan dan sebagainya. Dan besok, bertepatan dengan hari Valentine, tanggal 14 Februari 2012, akan dilakukan aksi damai oleh kelompok pro-demokrasi yang masih menganggap ”Pancasila sebagai Rumah Kita”. Aksi yang akan berlangsung pukul 16.00 WIB ini akan bertempat di Bundaran Hotel Indonesia. Apakah aksi seperti ini akan meluas? (Chris Poerba/icrp-online.org)


Responses

  1. setuju segala tindakan yg brutal dan anarkis yg mengataskan agama harus di hilangkan dan umat harus bisa berpikir jernih untuk melihat pimpinan nya kalau tidak sesuai dgn norma hukum dan hati nurani jangan di ikuti karena mereka itu juga hanya manusia biasa sama di mata Tuhan.

  2. Mari kita ganyang terus tikus-tikus FPI yang selalu mau menang sendiri dan penuh anarkis dimana-mana, NKRI bukan milik tikus-tikus islam FPI, jadi kalau FPI mau saja melakukan anarkis, kita berkewajiban memerangi hama Tikus-tikus islam FPI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: