Oleh: ahmadnurcholish | Februari 10, 2012

Garin ajarkan cara hadapi perbedaan lewat serial TV “Tim Bui”

Hadapi Perbedaan Melaui “Tim Bui”

Jakarta (ANTARA News) – Sutradara Garin Nugroho ingin menularkan cara menghadapi perbedaan dan resolusi konflik lewat serial televisi  “Tim Bui”.

Serial tersebut akan segera tayang setiap hari Minggu mulai 19 Februari pukul 13.30 WIB s/d 14.00 WIB di Metro TV. “Tim Bui” menggabungkan kecintaan masyarakat pada olahraga sepak bola dan drama televisi. Serial dengan 13 episode ini berisi toleransi beragama, kerjasama tim dan resolusi konflik di masyarakat.

Serial tersebut adalah hasil kerjasama LSM internasional yang fokus dalam pembangunan perdamaian yaitu Search For Common Ground (SFCG)  dan SET. Film ini didanai oleh United Kingdom Department for International Development (DFID) dan pemerintah Australia melalui AusAID.

Direktur Asia SFCG Brian D.Hanley mengatakan Tim Bui adalah  revolusi drama televisi di Indonesia karena menawarkan kepada penonton sebuah alternatif mendidik dari pada program sinetron yang mendominasi pasar televisi.

“Tim Bui merupakan program pembangunan perdamaian melalui sepak bola, tak hanya sepak bola kita juga berbicara mengenai perbedaan dalam penjara,intoleransi pada wanita ,” katanya dalam jumpa pers peluncuran serial itu di Jakarta,Kamis.

Serial ini mengambil setting disebuah lapas fiktif bernama Lawang Betung, tempat  dua geng berdasarkan suku yang selalu terlibat konflik. Pemain utama yang terlibat diantaranya adalah Agus Kuncoro sebagai kepala pembina lapas, Rio Alba sebagai Kepala keamanan lapas, Richard Alino dan Daffi Ariaga sebagai pemimpin geng,Aerly Ashyla sebagai kepala lapas dan Abby Gallaby sebagai putri Nina sang kalapas.

Garin Nugroho selaku direktur dari SET film mengemukakan penjara selalu dianggap sebagai muara dari beragam bentuk nilai yang bertentangan dengan demokratisasi .

“Penjara adalah miniatur persoalan Indonesia, jadi dia miniatur kebhinekaan miniatur konflik,dan sepak bola adalah ruang teaternya, kalau sepak bola tak pernah menang maka bangsa kita tak pernah menang, dan yang paling penting dari film ini adalah ini merupakan pendidikan untuk warga negara,” ujar Garin.
(yud)

Editor: Aditia Maruli


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: