Oleh: ahmadnurcholish | September 8, 2008

Edifikasi!

Edifikasi!


Di seminar-seminar motivasi, seorang motivator, sering melemparkan gagasan tentang tim impian (dream team). Tentu saja, lengkap dengan cerita dan tebakan-tebakannya. Tanpa harus hadir di seminar sang motivator tersebut, sekarang semuanya akan dibeberkan di sini. Begini ceritanya.

Mengapa hampir semua orang – termasuk presiden Amerika sekalipun –  takut dengan yang namanya hujan? Cobalah pikir sebentar jawabannya. Yah, karena tiap-tiap butir hujan mematuhi sepenuhnya hukum tim. Dalam artian, masing-masing butiran hujan tidak pernah turun sendirian. Ia selalu turun bersama teman-temannya sebagai satu tim. Maka, jadilah hujan sungguhan, yang dihindari, bahkan ‘disegani’ oleh siapapun (kecuali ojek payung).

Dan tahukah Anda, konon seekor kuda mampu menarik beban seberat dua ton. Sekali lagi, hanya dua ton. Kita uji Anda dengan pertanyaan, berapa ton yang mungkin diangkut oleh dua ekor kuda? Empat ton? Enam ton? Atau sepuluh ton? Percaya atau tidak, ternyata dua ekor kuda sanggup menyeret beban seberat 23 ton! Gila! Menurut seorang motivator, di situlah letak keampuhan dream team. Anda mau membantah?

Kedua fenomena tersebut hendaknya diteladani oleh setiap tim, termasuk tim penjualan di setiap perusahaan. Di mana sesama penjual sejatinya menjunjung tinggi asas kebersamaan serta asas manfaat antara satu sama lain. Ya sinergi, ya berbagi. Bukankah begitu? Tetapi, yang kerap terjadi kebanyakan tim penjualan adalah kumpulan individu yang saling sikut, saling sikat, saling menelikung dan saling menjelek-jelekkan. Pokoknya, nggak kompak babar blas!

Coba bayangkan yang sebaliknya! Salesman Tony ngegosip yang positif tentang rekannya di hadapan prospek, “Saya salut dengan Edy, Pak! Setiap kali bertemu dengan pelanggan, ia senantiasa menunjukkan sikap empati.” Sementara salesman Edy  ngegosip yang positif pula soal Tony di depan prospek yang lain, “Wah, saya kagum pada Tony, Bu!

Dia memiliki komitmen yang total terhadap pelanggan.”

Lha, apa yang kemudian terjadi? Dijamin catatan penjualan mereka berdua akan melambung gila-gilaan melampaui kolega-kolega mereka yang saling menjelek-jelekkan. Kok bisa? Jawabannya, gosip yang positif yang mereka sebarkan. Tak ayal lagi, itu menjadi promosi silang di antara mereka.

Dalam MLM, inilah yang diistilahkan dengan edifikasi (endorsement). Yah, bukan rahasia lagi, penjualan dari satu grup sangat bergantung pada tingkat edifikasi sesama anggota di grup tersebut. Dan seperti yang dibahas Ippho Santoso dalam buku bestseller 10 Jurus Terlarang, teknik ini juga berlaku terhadap partner bisnis Anda.

Memang, pelanggan sangat tertarik untuk mendengar kata-kata negatif dan cerita-cerita miring. Itu lumrah. Tetapi percayalah, pelanggan sama sekali tidak tertarik untuk membeli dari salesman yang melontarkan kata-kata negatif dan cerita-cerita miring tentang rekannya sendiri (Anda juga ‘kan?).

Sekali lagi, jangan lupa, edifikasi! [ ] Ahmad Nurcholish

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: