Oleh: ahmadnurcholish | Agustus 29, 2008

Puasa dan Tanggung Jawab Personal

“Semua amal seorang anak Adam (manusia) adalah untuk dirinya kecuali puasa, sebab puasa itu adalah untukKu, dan Akulah yang akan memberinya pahala.” (Hadits Qudsi).

 

Mencermati hadits qudsi tersebut, Ibn al-Qayyim al-Jawziyah dalam kitabnya Zad al-Ma’ad fi Huda Khayr al-‘Ibad memberi penjelasan bahwa puasa itu, “…adalah untuk Tuhan seru sekalian Alam, berbeda dengan amal-amal yang lain. Sebab seseorang yang berpuasa tidak melakukan sesuatu apa pun melainkan meninggalkan sahwatnya, makanannya, dan minumannya demi sembahannya (ma’bud, yakni Tuhan).”

 

Lebih lanjut Ibn al-Qayyim mengatakan: “… Orang itu meninggalkan kesenangan dari kenikmatan dirinya karena lebih mengutamakan cinta Allah dan ridha-Nya. Puasa itu rahasia antara seorang hamba dan Tuhannya, yang orang lain tidak mampu melongoknya.”

 

Jadi, salah satu hakikat  ibadah puasa ialah sifatnya yang pribadi atau personal, bahkan rahasia antara seorang manusia dengan Tuhannya. Dan segi kerahasiaan itu merupakan letak dan sumber hikmahnya, yang kerahasiaan itu sendiri terkait erat dengan makna keikhlasan dan ketulusan.

 

Antara puasa yang sejati dan puasa yang yang palsu hanyalah dibedakan oleh, misalnya, seteguk air yang dicuri minum oleh seseorang ketika ia berada sendirian.

 

Oleh karenanya, puasa benar-benar merupakan latihan dan ujian kesadaran akan adanya Tuhan yang Mahahadir (omnipresent), dan yang mutlak tidak pernah lengah sedikit pun dalam pengawasanNya terhadap segala tingkah laku hamba-hambaNya.

 

Puasa juga merupakan penghayatan nyata akan makna firman Allah Swt bahwa:

 

“Dia (Allah) itu bersama kamu di mana pun kamu berada, dan Allah itu Mahaperiksa akan segala sesuatu yang kamu perbuat.(QS.57:4). Kepunyaan Allahlah Timur dan Barat; maka kemana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah.” (QS. Al-Baqarah/2:115).

 

Pemikir Islam modern asal Mesir, Ali Ahmad al-Jurjawi, dalam uraiannya tentang hikmah puasa, mengatakan bahwa puasa adalah sebagian dari sepenting-penting syar’i (manifestasi religiusitas) dan seagung-agung qurbah (amalan pendekatan diri kepada Tuhan).

 

Bagaimana tidak, padahal puasa itu adalah rahasia antara seorang hamba dan Tuhannya, yang tidak termasuki pamrih, kecuali berharap atas Wajah Allah. Tidak ada pengawas dirinya selain Dia.

 

Dari penjelasan itu tampak bahwa sesungguhnya inti pendidikan Ilahi melalui ibadah puasa ialah penanaman dan pengukuhan kesadaran yang sedalam-dalamnya akan kemahahadiran Tuhan.

 

Kesadaran itu pula yang melandasi ketakwaan atau merupakan hakikat ketakwaan itu, dan membimbing ke arah tingkah laku yang baik dan terpuji. Dan dalam konteks ini pulalah esensi puasa menjadi amat penting di tengah kian tak terbendungnya pola hidup hedonis yang serba materialistic.  Wallahua’lam. [] Ahmad Nurcholish


Responses

  1. salam,

    jazakallah atas pencerahan ini…marhaban ya ramadhan…

    wassalaam,

  2. Assalamualaikum Wrb.

    Tulisan Bang Achmad sangat menginspirasi sehingga dengan lancang dan tanpa fikir panjang saya mengcopy tulisan Bang Ahmad untuk disimpan di site saya tanpa minta izin terlebih dahulu. Tapi saya yakin Bang Achmad tidak keberatan, bukankah ini sebagian dari Syiar Islam..?

    Semoga Bang achmad selalu dalam bimbingan ALLAH S.W.T. Terima Kasih.

    Wassalam…..

  3. Silakan aja mengcopy tulisan tersebut.
    Mudah2an ada manfaatnya.

    Tq doanya

    Salam kenal,
    Nurcholish

  4. Matur suwun atas pencerahannya. Kami putra-putri dr dusun Bringin (tanah kelahiran mas nur) bangga dg prestasi mas nur. Mas nur cholish salah satu teladan dan inspirasi bagi kami.

  5. Dear Ali,
    Tinggal di mana sekarang?

    salam utk teman2 sr Bringin/Purwodadi

    Wassalam
    Nurcholish


Tinggalkan Balasan ke irwan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: