<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahmad Nurcholish &#187; ahmadnurcholish</title>
	<atom:link href="http://ahmadnurcholish.wordpress.com/author/ahmadnurcholish/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 07:46:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ahmadnurcholish.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/afde064e1842092a91b490b24be1a99b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ahmad Nurcholish &#187; ahmadnurcholish</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahmadnurcholish.wordpress.com/osd.xml" title="Ahmad Nurcholish" />
		<item>
		<title>Diskusi &#8220;Kristologi al-Qur&#8217;an&#8221;</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/12/14/diskusi-kristologi-al-quran/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/12/14/diskusi-kristologi-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 07:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[islam-kristen]]></category>
		<category><![CDATA[moqsirh ghazali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal
“Kristologi Alquran”
Narasumber:
Prof. Dr. Zainun Kamal (Teolog Islam)
Dr. Ioanes Rakhmat (Teolog Kristen),
Abd Moqsith Ghazali.
Selasa, 22 Desember 2009.Jam 19.00-21.30 WIB,
di Teater Utan Kayu Jakarta

Alquran adalah bablasan Injil. Ia tak hanya bertutur tentang Muhammad SAW (sang pembawa risalah Islam), tapi juga perihal Yesus dan ibunya (Maria).  Nama Maria atau Maryam bahkan diabadikan menjadi nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=560&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/12/islam-kristen.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-561" title="islam-kristen" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/12/islam-kristen.jpg?w=300&#038;h=269" alt="" width="300" height="269" /></a>Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">“Kristologi Alquran”</span></p>
<p>Narasumber:</p>
<p>Prof. Dr. Zainun Kamal (Teolog Islam)</p>
<p>Dr. Ioanes Rakhmat (Teolog Kristen),</p>
<p>Abd Moqsith Ghazali.</p>
<p>Selasa, 22 Desember 2009.Jam 19.00-21.30 WIB,</p>
<p>di Teater Utan Kayu Jakarta</p>
<p><span id="more-560"></span></p>
<p>Alquran adalah bablasan Injil. Ia tak hanya bertutur tentang Muhammad SAW (sang pembawa risalah Islam), tapi juga perihal Yesus dan ibunya (Maria).  Nama Maria atau Maryam bahkan diabadikan menjadi nama surah dalam Alquran. Proses kelahiran dan kebangkitan Isa Almasih detail diungkap. Alquran sangat menghargai Isa Almasih. Itu sebabnya Alquran “marah” ketika sebagian Yahudi menganggap Isa sebagai anak haram. Begitu tingginya penghargaan terhadap Nabi Isa, al-Qur’an menolak penyaliban Yesus <em>(wa ma qataluhu wa ma shalabuhu wa lakin syubbiha lahum). </em>Tak mungkin ia bisa begitu saja disalibkan. Namun, pada saat yang sama, Alquran menolak ketuhanan Isa Almasih. Walau diakui sebagai Firman <em>(kalimatuhu), </em>Isa menurut Alquran tetaplah seorang Nabi seperti Ibrahim, Musa, dan lainnya. Bahkan Alquran menyampaikan pendiriannya tentang kekafiran orang-orang Kristen yang berkata bahwa Isa adalah anak Allah (ibn Allah). Pandangan seperti ini dalam waktu lama mengganggu keimanan sebagian kristiani yang percaya penyaliban hingga ketuhanan Yesus. Soal keimanan memang tak bisa dinegosiasikan. Namun, akibat keimanan itu pula, ketegangan antarumat Islam dan Kristen kerap terjadi. Pertanyannya, mengapa Alquran perlu bicara tentang keimanan orang-orang Kristen sampai jauh? Bisakah itu disebut intervensi Islam terhadap Kristen?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=560&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/12/14/diskusi-kristologi-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/12/islam-kristen.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">islam-kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Tentang Film &#8220;2012&#8243;</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/25/catatan-tentang-film-2012/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/25/catatan-tentang-film-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 10:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[film kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[ulil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[
Catatan Tentang Film &#8220;2012&#8243;
FILM 2012 yang digarap oleh sutradara Jerman Roland Emmerich itu sekarang menjadi kegemparan di sejumlah kota di Indonesia. Ribuan orang berduyun-duyun ke gedung bioskop untuk menyaksikannya. Pertama kali pergi bersama isteri ke gedung bioskop Cineplex 21 di Setiabudi Building, saya tidak mendapatkan tiket. Semua tiket ludes, bahkan hingga pertunjukan paling akhir selepas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=557&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/film-2012_tsr_500.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-558" title="film 2012_tsr_500" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/film-2012_tsr_500.jpg?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Catatan Tentang Film &#8220;2012&#8243;</strong></span></p>
<p>FILM 2012 yang digarap oleh sutradara Jerman Roland Emmerich itu sekarang menjadi kegemparan di sejumlah kota di Indonesia. Ribuan orang berduyun-duyun ke gedung bioskop untuk menyaksikannya. Pertama kali pergi bersama isteri ke gedung bioskop Cineplex 21 di Setiabudi Building, saya tidak mendapatkan tiket. Semua tiket ludes, bahkan hingga pertunjukan paling akhir selepas tengah malam. Kebetulan saat itu adalah malam Minggu.</p>
<p><span id="more-557"></span></p>
<p>Seminggu kemudian, saya datang kembali, tetap bersama isteri, untuk menonton film itu. Kali ini lumayan beruntung, karena akhirnya kami mendapatkan tiket. Tetapi, kami harus sedikit memendam rasa kecewa, karena mendapatkan tempat duduk persis satu baris sebelum deretan kursi yang paling depan, hanya beberapa meter saja dari layar. Selama film itu diputar, saya harus menonton film itu dengan sedikit mendongak. Usai menonton, leher saya terasa pegal-pegal.</p>
<p>Kenapa film ini mendadak menjadi kegemparan? Pertama, karena judulnya sendiri, 2012. Konon, itulah tahun yang diramalkan sebagai akhir dunia atau kiamat. Publik tentu penasaran, seperti apakah dunia kalau kiamat nanti datang. Kedua, ada komentar dari salah satu petinggi MUI, yaitu H. Amidhan, bahwa film ini mengandung propaganda ‘agama’ tertentu. Maksudnya mungkin agama Kristen (saya tidak tahu, dari sudut mana film ini mengandung unsur propaganda Kristen; Roland Emmerich jelas seorang agnostik, dan tidak peduli dengan soal kekristenan).</p>
<p>Bahkan ada rumor bahwa film ini akan dilarang beredar, karena dianggap tidak ‘Islami’. Khawatir film ini tidak lagi beredar di pasaran, publik tak sabar untuk segera menontonnya. Sebuah media bahkan memberitakan bahwa di Bali, sejumlah penonton rela membeli tiket dengan harga dua kali lipat dari seorang calo.</p>
<p>Suatu kejadian yang menarik saya alami ketika saya menonton film ini Sabtu kemaren, 21/11/09, di teater Hollywood Kartika Chandra. Saya menyaksikan ibu-ibu berjilbab yang ikut antri menonton film ini. Saya mempunyai kesan, mereka ini tampaknya bukanlah ibu-ibu yang masuk dalam kategori “movie goers” atau penggemar film, tetapi ibu-ibu majlis ta’lim yang mungkin baru seumur-umur menonton film. Mungkin karena mendapat kabar ‘burung’ bahwa film ini berkenaan tentang hari kiamat, mereka tergerak untuk menonton. Mungkin juga karena film ini dipersoalkan oleh seorang petinggi MUI, sehingga mereka jadi penasaran untuk melihatnya langsung.</p>
<p>Ala kulli hal, komentar “miring” H. Amidhan dari MUI itu justru menjadi “iklan gratis” bagi film tersebut. Mestinya, produser film 2012 harus memberikan ucapan terima kasih secara khusus kepada Bapak Amidhan karena telah menjadi “juru iklan gratis” bagi film itu.</p>
<p>Apakah benar ini adalah film tentang hari kiamat? Jawaban saya dengan tegas: Tidak. Ini bukanlah film tentang “doomsday,” atau yaum al-qiyamah, dalam istilah Islamnya. Ini adalah film tentang bencana alam, natural disaster, dalam skala yang kolosal. Kalau mau pakai idiomnya Bung Karno, ini adalah tentang embahnya bencana alam.</p>
<p>Selama ini, sutradara Roland Emmerich memang dikenal sebagai spesialis di bidang film-film bencana alam. Salah satu filmnya yang sering saya tonton dan tak bosan-bosan adalah “Independence Day”. Fantasi Emmerich dalam film ini sungguh memukau: tentang serangan makhluk “asing” dari luar angkasa yang hendak menjajah bumi dan menghancurkan peradaban manusia. Digambarkan dalam film itu sebuah piring raksasa yang menggantung di atas sejumlah kota besar di seluruh dunia.</p>
<p>Film Emmerich yang lain dan sangat laris adalah “The Day After Tomorrow”, tentang “pendinginan global” (bukan pemanasan global) di masa yang akan datang dan kembalinya Zaman Es (Ice Age).</p>
<p>Sebagaimana film-film Emmerich yang lain, film 2012 mempunyai ciri khas yang sama: yaitu fantasi yang liar tentang adanya bencana alam yang maha hebat, dan usaha manusia untuk “survive” atau selamat dari bencana itu. Film 2012 berbicara tentang dislokasi atau pergeseran lempeng bumi secara global yang menimbulkan tanah longsor dan gempa bumi di sekujur bumi. Bayangkan, gempa bumi di seluruh bumi! Gempa itu berkekuatan rata-rata di atas 9 dalam skala richter. Karena dislokasi itu, hampir sebagian besar kota-kota besar dunia ambles. Akibatnya, terjadilah tsunami global berupa ombak laut yang tingginya kira-kira 1500 meter. Tak ada satupun permukaan bumi yang selamat dari hempasan tsunami ini, kecuali pucuk tertinggi Gunung Himalaya.</p>
<p>Apakah manusia musnah karena terjangan tsunami raksasa ini? Di sinilah seluruh kisah film 2012 berpusat. Film ini, sebagaimana film-film Emmerich yang lain, berkisah tentang “ikhtiar” manusia untuk selamat dari hempasan tsunami gigantik ini. Manusia tidaklah obyek pasif berhadapan dengan alam yang sedang “mengamuk”. Manusia memiliki kemampuan untuk “mengatasi” musibah alam dengan skala global itu.</p>
<p>Dalam film itu, digambarkan bahwa datangnya bencana geologi global tersebut sebenarnya sudah diprediksi oleh sejumlah ilmuwan. Suatu proyek rahasia dengan skala global yang melibatkan sebagian besar pemerintahan negara-negara besar dunia diam-diam dimulai. Yaitu membangun enam atau tujuh kapal besar yang mampu bertahan menghadapi hempasan tsunami raksasa. Kapal itu dibangun di sebuah tempat yang rahasia sekali di daratan Cina. Tentu saja, keseluruhan proyek ini adalah rahasia kelas wahid. Prediksi tentang bencana global yang mengerikan itu juga sama sekali tak diberitahukan ke publik, sampai detik-detik terakhir, khawatir akan menimbulkan kekacauan global.</p>
<p>Di lain pihak, film ini juga menggambarkan tentang perjuangan hidup-mati seorang penulis dari Los Angeles, Jackson Curtis (diperankan oleh John Cusack), pengarang novel yang sama sekali tak laku (hanya terbit 500 eksemplar) berjudul “Farewel Atlantis” yang juga berbicara tentang semacam bencana hebat. Perjuangan Curtis untuk selamat dari gempa dahsyat dan longsor bumi yang menghempas Los Angeles digambarkan dengan dramatis dalam film ini.</p>
<p>Salah satu daya tarik film ini adalah penggambaran tentang usaha untuk selamat dari situasi maut dalam hitungan detik. Siapapun tahu inilah “bumbu” dalam film-film laga Hollywood yang menjadikannya laris-manis seperti kacang goreng. Salah satu adegan dalam film ini yang membuat penonton menghela nafas adalah saat kapal induk raksasa John F. Kennedy menerjang Gedung Putih bersamaan dengan tsunami raksasa yang menghempas kota itu. Walaupun kita semua tahu ini adalah efek yang diciptakan melalui manipulasi komputer, tetapi adegan itu sendiri tetaplah memukau.</p>
<p>Ujung film itu jelas: Curtis, mantan isterinya beserta kedua anaknya yang berjuang hidup mati untuk mencapai daratan Cina untuk naik kapal induk akhirnya berhasil. Peradaban manusia tidak musnah di tengah banjir global yang melanda seluruh permukaan bumi. Kapal induk itu membawa manusia dan sejumlah binatang untuk melanjutkan kehidupan baru paska-banjir. Misi kapal itu memang jelas: menyelamatkan spesies manusia dan peradabannya dari kepunahan.</p>
<p>Barangsiapa pernah membaca kisah tentang Nabi Nuh, sebetulnya akan segara tahu bahwa kerangka film ini memang diambil dari kisah itu. Mungkin kebetulan, atau mungkin juga disengaja oleh Emmerich atau penulis skenario, bahwa anak laki-laki Jackson Curtis, salah satu tokoh utama dalam film itu, bernama Noah (versi Inggris dari nama Nuh dalam bahasa Arab).</p>
<p>DALAM sebuah wawancara di TV, H. Amidhan dari MUI berkata bahwa film itu tidak sesuai dengan semangat Islam. Alasannya, antara lain, bahwa hari kiamat termasuk barang gaib yang tidak diketahui kecuali oleh Tuhan. Oleh karena itu visualisasi hari kiamat tidak diperbolehkan.</p>
<p>Saya sebetulnya tidak ingin menganggap serius pernyataan “ngawur” tokoh MUI ini. Tetapi kalau sekedar mau “uji argumen”, maka saya bisa menjawabnya sebagai berikut. Pertama, ini jelas bukanlah film tentang hari kiamat. Ini adalah film tentang bencana alam global yang dahsyat. Bencana ini tidak membuat dunia musnah dan manusia hilang dari pemukaan bumi. Kalau kita merujuk pengertian “hari kiamat” dalam nomenklatur Islam, jelas apa yang disebut kiamat di sana dipahami sebagai momen berakhirnya dunia tempat manusia hidup. Kehidupan dunia, setelah itu, berakhir, digantikan dengan kehidupan lain yang sering disebut “akhirat”, atau “hereafter” dalam istilah Inggris.</p>
<p>Dalam film ini, dunia digambarkan tidak berakhir. Dunia masih terus ada setelah bencana besar itu, dan manusia selamat dari hempasan tsunami global untuk akhirnya menemukan kembali “dunia dan kehidupan baru” di Afrika, tepatnya di Semenanjung Harapan (Cape of Good Hope di Afrika Selatan). Jadi keliru sama sekali manakala H. Amidhan dari MUI menganggap bahwa film ini adalah tentang hari kiamat.</p>
<p>Kedua, apakah betul visualisasi tentang hal yang gaib tidak diperbolehkan dalam Islam? Dari mana hukum itu dipeorleh oleh H. Amidhan? Dalam Quran sendiri kita jumpai banyak visualisasi yang memikat tentang hari kiamat. Salah satu penggambaran hari kiamat yang agak-agak mendekati film Emmerich ini ada dalam Surah al-Takwir (surah no. 81). Ayat ketiga dalam Surah itu berbunyi “wa idza ‘l-jibalu suyyirat”, ketika gunung berjalan. Dalam film Emmerich itu, digambarkan suatu proses dislokasi geologis yang dahsyat sehingga lanskap bumi berubah total. Gunung-gunung pindah lokasi, dan peta dunia seperti disusun kembali.</p>
<p>Sekali lagi, tak ada larangan apapun dalam Islam untuk memvisualisasi semua hal yang gaib, terutama hari kiamat.</p>
<p>Ketiga, film ini, dalam pandangan saya, justru sesuai dengan semangat Islam. Film ini “mengajarkan” (tentu ini istilah yang terlalu “dramatis” untuk sebuah film yang tidak diniatkan sebagai sebuah “ajaran agama”) tentang pentingnya ikhtiar dan optimisme walaupun manusia sedang dilanda bencana dahsyat yang seolah-olah di luar kekuasaan mereka. Manusia bukanlah makhluk yang tunduk saja pada “nasib”, tetapi mampu berikhitiar. Dalam keadaan yang sesulit apapun, manusia tetap harus berusaha dan memiliki harapan. Bukankah ini adalah “nilai” yang justru sesuai dengan semangat “Islam”, Bapak Amidhan?</p>
<p>Sebagai penutup, film ini sebetulnya tidak menarik dari segi cerita. Kalau anda mengharapkan plot cerita yang penuh nuansa dan menarik dari film ini, maka siap-siaplah untuk kecewa. Film ini menarik bukan dari segi plot ceritanya, tetapi dari sudut efek-efek visual yang sangat mengagumkan. Fantasi tentang bencana alam yang tak pernah terpikirkan oleh kita dan efek-efek visual yang dengan cerdik dimanipulasi oleh Emmerich untuk menggambarkannya adalah salah satu daya tarik film ini.</p>
<p>Ala kulli hal, saya terhibur sekali dengan film ini.[]</p>
<p>Ulil Abshar-Abdalla/http://gusulil.wordpress.com/2009/11/23/catatan-tentang-film-2012/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=557&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/25/catatan-tentang-film-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/film-2012_tsr_500.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">film 2012_tsr_500</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku &#8220;Metodologi Studi al-Qur&#8217;an&#8221;</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/18/bedah-buku-metodologi-studi-al-quran/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/18/bedah-buku-metodologi-studi-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[moqsith]]></category>
		<category><![CDATA[studi qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ulil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal
&#160;
Bedah Buku “Metodologi Studi al-Qur’an”
&#160;
karya bersama Abd Moqsith Ghazali, Luthfi Assyaukanie, dan Ulil Abshar-Abdalla

Narasumber: Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Rektor PTIQ Jakarta) dan Ulil Abshar Abdalla (JIL). Moderator: Novriantoni Kahar. Senin, 30 November 2009, Jam 19.00-21.30 WIB
di Teater Utan Kayu Jakarta
Seperti banyak orang tahu, Nabi Muhammad menerima wahyu al-Qur’an dari Jibril [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=553&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_554" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/al-quran.jpg"><img class="size-medium wp-image-554" title="al-quran" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/al-quran.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" width="300" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">al-Qur&#39;an</p></div>
<p>Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bedah Buku “Metodologi Studi al-Qur’an”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>karya bersama Abd Moqsith Ghazali, Luthfi Assyaukanie, dan Ulil Abshar-Abdalla</p>
<p><span id="more-553"></span></p>
<p>Narasumber: Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Rektor PTIQ Jakarta) dan Ulil Abshar Abdalla (JIL). Moderator: Novriantoni Kahar. Senin, 30 November 2009, Jam 19.00-21.30 WIB</p>
<p>di Teater Utan Kayu Jakarta</p>
<p>Seperti banyak orang tahu, Nabi Muhammad menerima wahyu al-Qur’an dari Jibril tak berupa bundelan mushaf yang bisa dibaca, melainkan (salah satunya) melalui suara yang didengar atau diperdengarkan. Dan dalam proses pengumpulan naskah dan pembukuan al-Qur’an pun melibatkan banyak peran manusia, sahabat-sahabat Nabi Muhammad. Al-Qur’an tak hadir sekonyong-konyong menjadi teks dengan lekukan huruf yang rapi dan tertib. Ada bentangan sejarah yang panjang sehingga al-Qur’an sampai pada kondisinya sekarang. Jika pada zaman awal Islam, al-Qur’an misalnya dilafalkan berdasarkan ingatan (`<em>ala zhahri qalb</em>), maka pada fase berikutnya al-Qur’an dibaca melalui huruf dan aksara (<em>tilawah al-Qur’ani</em>). Jika pada periode awal seseorang menghafalkan al-Qur’an berdasarkan pendengaran atas wahyu yang disampaikan Nabi Muhammad, maka pada periode selanjutnya seseorang menghafalkan al-Qur’an melalui mushaf tertulis.</p>
<p>Begitu juga menyangkut penyikapan atas kitab suci al-Qur’an ini. Sebagian kelompok memandang bahwa al-Qur’an ini adalah qadim (dahulu). Sementara kelompok lain seperti Mu’tazilah berpendirian bahwa al-Qur’an adalah benda <em>hawadits</em> (baharu). Satu kelompok berpendirian bahwa karena al-Qur’an merupakan firman Allah, maka ia adalah qadim sebagaimana ke-qadim-an Allah. Sedangkan yang lain berpendapat bahwa karena huruf, aksara, dan bahasa yang dipakai al-Qur’an itu merupakan reka cipta manusia (masyarakat Arab), maka al-Qur’an pun dinilai makhluq yang hadits (baharu) sebagaimana ke-baru-an manusia. Bagi kelompok Muktazilah, Allah berfirman dengan tanpa suara dan huruf (<em>bi la shawt wa la harf</em>). Dengan demikian, segala sesuatu yang bersuara dan berhuruf bisa dipastikan bukan firman Allah. Sebab, jika Allah berfirman dengan menggunakan huruf dan aksara, maka Allah sama saja dengan manusia yang memiliki perlengkapan tubuh yang bisa mengatur diafragma suara misalnya. Sementara Allah SWT. jelas berbeda dengan manusia (<em>mukhalafah li al-hawadits</em>).</p>
<p>Perbedaan penyikapan ini kemudian berlanjut pada perbedaan penafsiran al-Qur’an. Yang satu hendak menghampirinya secara harafiah-tekstual, sementara yang lain mendekatinya secara siyaqiyah-kontekstual. Dalam kaitan itu, lalu disusun sejumlah metodologi pembacaan dan penafsiran teks al-Qur’an. Kelompok tekstual berpendapat bahwa semakin harafiah seseorang di dalam menafsirkan, maka makin dekat ia pada kebenaran. Ini menurut kelompok tekstualis, sekali lagi, karena al-Qur’an sebagai firman Allah berupa huruf dan aksara. Sedangkan menurut kelompok kontekstualis, karena al-Qur’an turun dalam konteks yang spesifik maka peran sabab al-nuzul adalah mutlak. Semakin seseorang faham pada konteks yang menyertai kehadiran al-Qur’an, maka ia makin dekat pada kebenaran. Yang dilupakan dari dua kelompok ini adalah dimana posisi maqashid al-syari`ah (nilai-nilai etis al-Qur’an) yang mendasari seluruh ayat-ayat al-Qur’an, jika al-Qur’an diposisikan hanya sebagai deretan huruf atau gugusan konteks partikularnya. Dalam kaitan itu, dibutuhkan sebuah kerangka metodologi yang bisa merawat maqashid al-syari`ah tersebut.</p>
<p>Buku ini bermaksud memberikan pemaknaan terhadap al-Qur’an dari sudut normatif dan terutama historisnya. Bahwa di samping memiliki nilai partikular yang historis-tarikhi, tak bisa disembunyikan bahwa dalam al-Qur’an juga terkandung nilai universal yang meta-historis-alla tarikhi. Jika perintah penegakan keadilan misalnya bersifat abadi-universal-<em>qath’iyyat-ushuliyyat</em>, maka teknik dan mekanisme penegakan keadilan adalah bersifat ad hoc-partikular-<em>zhanniyat-furu’iyyat</em>. Posisi al-Qur’an yang selalu berada di antara dua ketegangan itu&#8211;kesementaraan dan keabadiaan, partikularitas dan universalitas, <em>ushuliyyat</em> dan <em>furu’iyat</em>&#8211;menyebabkan al-Qur’an sebagai kitab suci selalu menarik untuk dikaji dan ditelaah.</p>
<p>Di tulis tiga Muslim dengan latar belakang pendidikan keislaman yang menunjang, buku ini berguna menjadi pegangan para mahasiswa UIN-IAIN-STAIN, penggiat studi al-Qur’an, dan para teolog lintas agama khususnya serta umat beragama pada umumnya. Tak seperti umumnya buku-buku tentang al-Qur’an yang suka menenggelamkan historisitas al-Qur’an ke bawah karpet, buku ini sengaja menyingkap tirai (<em>kasyf al-mahjub</em>) kesejarahan al-Qur’an itu secara dingin dan obyektif. Mungkin ada yang tak setuju dan keberatan, tapi itu lumrah dalam setiap studi-kajian apalagi studi terhadap kitab al-Qur’an al-Karim. []</p>
<p>Komentar Tokoh tentang Buku ini</p>
<p>“Metodologi Studi Al-Qur’an” yang ditulis oleh tiga intelektual Muslim generasi baru yang faham khazanah klasik dan khazanah modern ini pasti akan mendorong diskusi sehat dan dewasa di kalangan umat Indonesia yang makin cerdaas. Yang disorot adalah proses penulisan wahyu, sedangkan wahyu itu sendiri adalah domain iman yang berada di seberang ranah ilmu pengetahuan.</p>
<p>(Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)</p>
<p>“Al-Qur’an adalah sumber rujukan umat Islam. Setiap usaha menangkap spirit dan nilai-nilai dasar al-Qur’an harus dihargai. Buku ini adalah bagian dari upaya itu. Di dalamnya terkandung banyak informasi yang mungkin perlu diketahui para Muslim scholar, khususnya para peminat studi al-Qur’an. Bagaimana misalnya kompleksitas penulisan dan kodifikasi al-Qur’an berlangsung hingga bagaimana cara memaknai dan menafsirkan al-Qur’an dalam konteks sekarang. Mungkin ada bagian-bagian dalam buku ini yang tidak disetujui oleh sebagian pembaca tetapi saya kira itu sesuatu yang wajar dalam dunia intelektual. Saya mengenal para penulis buku ini sebagai para intelektual Muslim yang memiliki ghirah keislaman yang kuat. Buku ini adalah cerminan dari komitmen keislamannya yang tiada henti untuk terus merawat nilai-nilai dasar al-Qur’an. Tak banyak orang yang mau menceburkan diri dalam kajian-kajian yang mendalam dan menantang seperti ini. Semoga kita semua mendapatkan petunjuk dari Allah SWT”.</p>
<p>Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Guru Besar Tafsir al-Qur’an,</p>
<p>Dirjen Bimas Islam Depag RI, dan Katib Am PBNU)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=553&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/18/bedah-buku-metodologi-studi-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/al-quran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">al-quran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ber-Tuhan ala Einstien</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/03/ber-tuhan-ala-einstien/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/03/ber-tuhan-ala-einstien/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Einstien]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[Ber-Tuhan ala Einstein
Ditegaskan Einstein, tujuan tertinggi dari ketaatan beragama tak lain adalah keselarasan sempurna dengan alam semesta, termasuk manusia di dalamnya.  
Pada tahun 1940, Albert Einstein menulis sebuah esai menggemparkan berjudul Science and Religion. Esai itu sontak menggoreskan berbagai kontroversi, khususnya di kalangan agamawan dan teolog. Pasalnya, melalui esai itu, Einstein menggusur konsep Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=549&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><a title="Ber-Tuhan ala Einstein" href="http://islamlib.com/id/artikel/ber-tuhan-ala-einstein/"><img class="alignright size-medium wp-image-550" title="Cover Einstein depan" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/cover-einstein-depan.jpg?w=200&#038;h=300" alt="Cover Einstein depan" width="200" height="300" />Ber-Tuhan ala Einstein</a></strong></p>
<p><em>Ditegaskan Einstein, tujuan tertinggi dari ketaatan beragama tak lain adalah keselarasan sempurna dengan alam semesta, termasuk manusia di dalamnya. </em><strong><em> </em></strong></p>
<p>Pada tahun 1940, Albert Einstein menulis sebuah esai menggemparkan berjudul <em>Science and Religion</em>. Esai itu sontak menggoreskan berbagai kontroversi, khususnya di kalangan agamawan dan teolog. Pasalnya, melalui esai itu, Einstein menggusur konsep Tuhan yang telah dibangun oleh para teolog sejak berabad-abad silam. Einstein kemudian menyebut Tuhan ala teolog itu sebagai Tuhan Personal yang tampak begitu kerdil baginya.<br />
<span id="more-549"></span><br />
Einstein menyikapi konsep Tuhan Personal ala teolog itu secara apatis. Dalam pandangannya, Tuhan Personal itu ternilai terlalu sederhana dan dangkal. Baginya, konsep Tuhan ala para teolog itu justru menggerogoti transendensi Tuhan seiring dilekatkannya simbol-simbol, bentuk (<em>morphe</em>) serta kecenderungan kemanusiaan (<em>pathos</em>) untuk menggapai Yang Transenden itu.</p>
<p>Sebelumnya, pada tahun 1929, setelah membaca dan terpengaruh oleh hipotesa Spinoza dalam karyanya yang berjudul <em>Ethics,</em> Einstein sejatinya telah mulai memaparkan kritikannya pada konsep Tuhan Personal ala para teolog itu. Saat itu pula, Kardinal O’Connell, Uskup Agung Boston, memberikan respon negatif ofensif dengan meneriakkan kepada Jemmaat New England Catholic Club Amerika agar tak membaca apapun tentang teori relativitas. Dengan alasan, teori tersebut merupakan sebuah spekulasi kabur yang menghasilkan keraguan universal tentang Tuhan dan ciptaan-Nya. Menurutnya, teori itu tak lain merupakan selubung hantu ateisme yang mengerikan (New York Times, 25 April 1929).</p>
<p>Mendengar pernyataan serta sikap keras yang ditempuh oleh Uskup Agung tersebut, Rabbi Herbert S. Goldstein dari The Institutional Sinagoge di New York bertanya pada Einstein melalui telegram; “Apakah Anda percaya Tuhan?” Einstein pun menjawab; “Saya percaya pada Tuhan-nya Spinoza yang menampakkan diri-Nya dalam harmoni keteraturan atas keseluruhan yang ada. Bukan sosok Tuhan yang menyibukkan diri-Nya dengan nasib dan tindakan-tindakan manusia”. Dan, membaca jawaban Einstein tersebut Rabbi Goldstein pun menegaskan bahwa tuduhan ateis pada Einstein jelas-jelas tak terbukti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adapun setelah esai 1940 yang berisi pemaparan cukup komprehensif tentang kritiknya atas Tuhan-nya teolog dan konsep Tuhan Impersonal-nya itu terbit, ia pun sontak mendapat serangan serempak dari mayoritas teolog –khususnya teolog Yahudi ortodoks- dengan kekuatan dogma kafir dan ateis. Namun, Einstein selalu menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang ateis. Bahkan, ia ternilai memiliki konsep Tuhan yang jauh lebih mentransendensikan-Nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terpengaruh dari Spinoza, setelah menggusur konsep Tuhan Personal-nya para teolog, Einstein menggagas konsep Tuhan Impersonal. Dalam pandangannya, Tuhan merupakan Kecerdasan Tertinggi yang menampakkan dirinya dalam harmoni dan keindahan alam. Dia tidaklah ber-’sosok’. Tuhan adalah struktur pengatur kosmis yang impersonal. Baginya, sesuatu yang oleh Injil disebut sebagai aktifitas Ilahi tak lain semacam hukum ketentuan alam. Sedangkan sesuatu yang disebut sebagai kehendak Tuhan tak lain adalah hukum alam. Tuhan-nya Einstein itu merupakan entitas abstrak sebagaimana diungkapkan Injil; “Janganlah kamu membuat patung berhala atas-Nya atau keserupaan dengan macam-macam benda”. (Eksodus 20:4)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terlepas dari sederetan kontroversinya, pada dasarnya konsep Tuhan ala Einstein tersebut akan semakin mendewasakan keber-tauhid-an dan keberagamaan manusia. Pasalnya, pertama, konsep Tuhan ala Einstein akan relatif menjaga transendensi Tuhan. Sebab, konsep tersebut ternilai akan selalu menjauhkan Tuhan dari simbol, bentuk (<em>morphe</em>) maupun kecenderungan kemanusiaan (<em>pathos</em>) yang dapat menggiring Tuhan pada ‘jurang’ imanensi, sebagaimana kerap terjadi pada Tuhan-nya para teolog.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedua, konsep agama kosmis yang lahir dari ‘rahim’ Tuhan Impersonal secara tidak langsung akan memacu kedewasaan manusia dalam beragama. Sebab, dalam konsep agama kosmis, rasionalitas dan kebebasan memiliki ruang ekspresi yang lebih leluasa dan terjunjung tinggi. Dalam agama kosmis, Tuhan bukanlah ‘sosok’ yang selalu mengikat dan menjajah manusia di bawah kehendak-Nya. Sebagaimana ditegaskan Einstein, dalam agama kosmis, Tuhan bukanlah ‘sosok’ yang kehendak-Nya seperti kehendak dalam diri setiap manusia; mutlak bagi setiap diri manusia. Sehingga, dalam konsep agama kosmis ala Einstein, setiap manusia memiliki ruang kebebasan dan berkehendaknya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketiga, dengan determenisme dan kausalitas ketat yang menjadi konsekuensi logis atas konsep Tuhan Impersonal ala Einstein, maka naluri serta tanggung jawab sosial-ekologis manusia akan terdongkrak. Sebab, bayang-bayang akan bencana ekologis dan kemanusiaan setidaknya akan memberikan bayangan buruk sekaligus pertimbangan signifikan bagi setiap individu yang hendak mengeksploitasi alam maupun manusia. Terlebih, sebagaimana ditegaskan Einstein, tujuan tertinggi dari ketaatan beragama tak lain adalah keselarasan sempurna dengan alam semesta, termasuk manusia di dalamnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya, merujuk pada konsep Tuhan ala Einstein, sejatinya ber-Tuhan bukan berarti menafikan eksistensi diri dan menyerahkan seluruh kehendak dan kebebasan kita pada Tuhan secara mutlak. Namun, sebagaimana ditegaskan Einstein, ber-Tuhan sejatinya justru harus ber-‘metamorfosis’ menjadi semangat dan tuntutan untuk selalu berupaya keras melalui pengetahuan rasional secara bebas untuk mencapai hakikat-Nya. Bukan dengan rasa takut-terikat maupun keyakinan yang buta. <em>Wallahu a’lam </em>[] <strong>Husein Ja’far Al Hadar </strong>(07/10/09)/ http://islamlib.com/id/artikel/ber-tuhan-ala-einstein/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=549&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/03/ber-tuhan-ala-einstien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/cover-einstein-depan.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Cover Einstein depan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi Publik: &#8220;Perang Global Melawan Terorisme&#8221;</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/03/diskusi-publik-perang-global-melawan-terorisme/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/03/diskusi-publik-perang-global-melawan-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi publik]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[ulil abshar-abdalla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi Publik: &#8220;Perang Global Melawan Terorisme&#8221;
 
Tewasnya Noordin M. Top dan Saifuddin Zuhri bagi beberapa kalangan tidak menjamin terorisme di indonesia telah mati. Terorisme selalu akan ada sebagai bentuk respon atas pelbagai situasi sosial kekinian. sekalipun gerakan mereka dianggap destruktif dan negatif, tapi kelompok teroris masih punya &#8220;suara&#8221;. Dan tak ada kekuatan lain yang dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=546&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="color:#ff0000;"><img class="alignleft size-medium wp-image-547" title="diskusi publik" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/diskusi-publik.jpg?w=205&#038;h=300" alt="diskusi publik" width="205" height="300" />Diskusi Publik: &#8220;Perang Global Melawan Terorisme&#8221;</span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tewasnya Noordin M. Top dan Saifuddin Zuhri bagi beberapa kalangan tidak menjamin terorisme di indonesia telah mati. Terorisme selalu akan ada sebagai bentuk respon atas pelbagai situasi sosial kekinian. sekalipun gerakan mereka dianggap destruktif dan negatif, tapi kelompok teroris masih punya &#8220;suara&#8221;. Dan tak ada kekuatan lain yang dapat membendung gerakan teroris.</p>
<p>Perang melawan terorisme perlu disuarakan sebagai jaminan atas kebebasan dan penghargaan terhadap keyakinan dan keberagamaan. Bagaimanapun persoalan terorisme merupakan bagian dari problem kemanusiaan yang cukup kompleks sekaligus sebagai ancaman global.<br />
<span id="more-546"></span><br />
Atas dasar itulah Forum Mahasiswa Ciputat bekerja sama dengan Jaringan Islam Liberal, Friedrich Naumann Stiftung (FNS) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta menyelenggarakan Diskusi Publik berjudul “Perang Global Melawan Terorisme.”</p>
<p>Kamis, 5 November 2009, Pukul 09.00 – 13.00 WIB</p>
<p>Di Gedung Auditorium Student Center (SC) UIN Jakarta<br />
NARA SUMBER</p>
<p><strong>1. Sidney Jones<br />
</strong>(Senior Adviser International Crisis Group, ICG)<br />
Topik: Komparasi Gerakan Terorisme Indonesia dan Duinia</p>
<p><strong>2. Uil Abshar-Abdalla</strong><br />
(Jaringan Islam Liberal)<br />
Topik: Agama, Radikalisme dan Ancaman Terorisme Global</p>
<p><strong>3. Noorhaidi Hasan<br />
</strong>(UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)<br />
Topik: Terorisme Indonesia &#8211; Timur Tengah</p>
<p>MODERATOR: Saidiman</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=546&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/11/03/diskusi-publik-perang-global-melawan-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/11/diskusi-publik.jpg?w=205" medium="image">
			<media:title type="html">diskusi publik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tafsir &#8220;Rajam&#8221; dalam Islam</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/31/tafsir-rajam-dalam-islam/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/31/tafsir-rajam-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 05:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[abd moqsith ghazali]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[rajam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[Tafsir “Rajam” dalam Islam
Kita bisa mencari jenis-jenis hukum lain yang lebih relevan dan sesuai dengan konteks keindonesiaan
&#160;
&#160;
Rajam adalah sanksi hukum berupa pembunuhan terhadap para pelaku zina muhshan (yaitu orang yang berzina sementara ia sudah pernah menikah atau masih dalam ikatan pernikahan dengan orang lain). Rajam dilakukan dengan cara menenggelamkan sebagian tubuh yang bersangkutan ke dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=543&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignright size-medium wp-image-544" title="rajam" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/rajam.jpg?w=300&#038;h=269" alt="rajam" width="300" height="269" /><span style="color:#ff0000;">Tafsir “Rajam” dalam Islam</span></strong></p>
<p><em>Kita bisa mencari jenis-jenis hukum lain yang lebih relevan dan sesuai dengan konteks keindonesiaan</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rajam adalah sanksi hukum berupa pembunuhan terhadap para pelaku zina muhshan (yaitu orang yang berzina sementara ia sudah pernah menikah atau masih dalam ikatan pernikahan dengan orang lain). Rajam dilakukan dengan cara menenggelamkan sebagian tubuh yang bersangkutan ke dalam tanah, lalu setiap orang yang lewat diminta melemparinya dengan batu-batu sedang (<em>hijarah mu`tadilah</em>) sampai yang bersangkutan meninggal dunia.</p>
<p><span id="more-543"></span></p>
<p>Hukum rajam pernah berlaku pada zaman Nabi Musa. Dalam Perjanjian Lama, Ulangan 22: 22 disebutkan, “Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel”.</p>
<p>Bahkan seorang gadis perawan pun ketika berzina harus dihukum mati. Disebutkan dalam ayat 23 dalam pasal dan surah yang sama Perjanjian Lama, “Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan&#8211;jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia, maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari tengah-tengah mereka”. Mungkin berdasar kepada dalil-dalil itu, ketika di Madinah Rasulullah SAW pernah merajam laki-laki dan perempuan Yahudi yang berzina.</p>
<p>Dalam al-Qur’an, ayat rajam tak tercantum. Namun, sejumlah kitab fikih menjelaskan bahwa pada mulanya ayat rajam itu temaktub dalam al-Qur’an. Dalam perkembanganya, ayat itu dihapuskan walau hukumnya tetap berlaku (naskh al-rasm wa baqa’ al-hukm). Ayat tersebut berbunyi al-syaiku wa al-syaikhatu idza zanaya farjumuhuma al-battatah nakalan min Allah (laki-laki dan perempuan yang berzina, maka rajamlah secara sekaligus, sebagai balasan dari Allah). Ayat inilah yang menjadi pegangan para ulama pendukung hukum rajam. Sebuah hadits menyebutkan, “inna al-rajm haq fi kitabillah `ala man zana idza ahshana min al-rijal wa al-nisa’, idza qamat al-bayyinah, aw kana al-haml, aw al-i`tiraf”. Bahwa sesungguhnya rajam itu ada di dalam Kitabullah, yang wajib diperlakukan buat laki-laki dan perempuan yang berzina muhshan, ketika sudah cukup bukti, atau sudah hamil atau mengaku berzina.</p>
<p>Dikisahkan bahwa hukum rajam pernah diterapkan pada zaman Nabi. Yaitu, ketika Ma`iz ibn Malik al-Aslami dan Ghamidiyah yang mengaku (i`tiraf) kepada Nabi bahwa dirinya telah berzina dengan seorang perempuan. Dengan itu, mereka meminta untuk dirajam. Nabi berkali-kali menolak dan tak segera memenuhi permintaan yang bersangkutan. Namun, mereka tetap ngotot bahwa dirinya telah melakukan zina muhshan. Akhirnya Nabi “terpaksa” menyanksinya dengan dirajam. Mungkin Nabi berharap agar yang bersangkutan tak mengaku berzina secara terus terang. Toh, dalam kesendiriannya ia bisa bertaubat kepada Allah SWT atas dosa-dosanya.</p>
<p>Kini banyak orang bertanya tentang perlu dan tidaknya menerapkan hukum rajam. Saya kira ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Pertama, rajam dalam Islam termasuk syar`u man qablana (syariat pra-Islam). Al-Qur’an banyak mengintroduksi hukum-hukum yang berlaku pada era sebelum Islam, seperti hukum Yahudi. Di samping soal rajam, al-Qur’an misalnya mengutip syariat Nabi Musa yang memperbolehkan bunuh diri. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an (al-Baqarah: 54), “Ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri karena kalian telah menjadikan anak lembu sebagai sesembahan kalian, maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menciptakan kalian dan bunuhlah diri kalian sendiri. Hal itu adalah lebih baik bagi kalian pada sisi Tuhan yang menciptakan kalian. Maka Allah akan menerima taubat kalian. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang”.</p>
<p>Para ulama fikih sendiri berbeda pendapat tentang posisi syar’u man qablana sebagai dalil hukum (hujjah syar’iyah). Sebagian ulama berpendapat bahwa syar`u man qablana menjadi bagian ajaran Islam jika itu sudah disebut dalam al-Qur’an. Sebagian yang lain berkata, bahwa syar’u man qablana bukanlah syari’at kita (umat Islam) karena itu kita tak boleh menjadikannya sebagai dalil hukum. Dengan argumen itu tak sedikit para ulama yang menolak pemberlakuan syar’u man qablana. Dengan itu, menurutnya, hukum rajam tak perlu diterapkan sebagaimana kita tak menerapkan hukum bunuh diri sebagai jalan taubat, sekalipun itu sudah tercantum dalam al-Qur’an.</p>
<p>Kedua, rajam tak efektif menjerakan para pelaku perzinaan, karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Ia tak sempat lagi memperbaiki diri. Padahal, jelas dikemukakan para ahli fikih bahwa sanksi-sanksi hukum dalam Islam berfungsi untuk menjerakan para pelaku pidana (al-hudud zawajir la jawabir). Ketiga, rajam akibat perzinaan muhshan dalam konteks sekarang potensial merugikan perempuan. Kaum perempuan tak mudah untuk menghindar dari tuduhan zina sekiranya telah terjadi kehamilan sementara yang bersangkutan diketahui publik tak punya suami. Sementara pezina laki-laki bisa menghindar dari dakwaan zina, terlebih menghadirkan empat orang saksi yang melihat secara persis perzinaan itu, seperti dikehendaki al-Qur’an, bukanlah perkara mudah.</p>
<p>Keempat, kelompok Mu’tazilah dan Khawarij berpendapat ayat apalagi hadits yang menegaskan tentang hukum rajam bagi pezina muhshan sudah dihapuskan oleh ayat al-Qur’an (al-Nur: 2), yaitu “al-zaniyatu wa al-zani fajlidu kulla wahidin minhuma mi’ata jaldatin wa la ta’khudkum bihima ra’fatun fi din Allah in kuntum tu’minuna bi Allah wa al-yawm al-akhir wa al-yasyhad `adzabahuma tha’ifatun min al-mu’minin” (pezina perempuan dan laki-laki, pukullah sebanyak 100 kali pukulan. Janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang beriman). Memang al-Qur’an sendiri, seperti dalam Mushaf Utsmani, tak membedakan antara pezina muhshan dan ghair muhshan. Pertimbangan ini sekalipun hadir dengan argumen yang belum kukuh bisa dipertimbangkan sebagai salah satu argumen untuk menolak penerapan hukum rajam.</p>
<p>Kelima, al-Qur’an tak memberikan hukum tunggal bagi orang yang berzina. Jika kita sepakat bahwa zina adalah perbuatan keji (fahisyah), maka sanksi hukum bagi pezina, baik yang muhshan maupun yang bukan, maka al-Qur’an memberi sanksi tahanan rumah seumur hidup. Disebutkan dalam al-Qur’an (surat al-Nisa’: 15), “Dan terhadap perempuan yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu yang menyaksikannya. Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah perempuan-perempuan itu sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepada mereka”.</p>
<p>Bahkan di ayat berikutnya (ayat 16) tak dijelaskan jenis hukuman bagi para pezina, “Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kalian, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang”. Qatadah dan al-Sudi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan adzuhuma dalam ayat itu adalah dengan cara mempermalukan, menjelek-jelekkan, dan mencacinya (al-taubikh wa al-ta`yir wa al-sabb). Kalu kita bersepakat dengan ulama yang menolak konsep nasikh-mansukh dalam al-Qur’an, maka ayat ini tak bisa dianulir oleh ayat dan hadits yang memerintahkan rajam dan hukuman dera sebanyak 100 kali deraan. Mujahid misalnya berpendapat bahwa ayat 15 surat al-Nisa’ adalah sanksi hukum bagi pezina perempuan, sementara ayat 16 surat yang sama adalah sanksi hukum bagi para pezina laki-laki. (Al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, Jilid III, hlm. 80)</p>
<p>Akhirnya, bisalah dikatakan bahwa ayat yang terkait dengan sanksi hukum seperti rajam merupakan fikih jinayat al-Qur’an yang pada tingkat implementasinya tak otomatis bisa dijalankan. Artinya, umat Islam bisa mencari sanksi-sanksi hukum yang paling mungkin dan efektif untuk menjerakan para pelaku kriminal. Bisa dengan cara dipenjara atau yang lainnya. Ibn Zaid pernah mengusulkan agar orang yang berzina dilarang menikah sampai yang bersangkutan meninggal dunia. (Al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, Jilid III, hlm. 79). Sebagian ulama, seperti Muhammad Syahrur, berpandangan bahwa hukum potong tangan dan rajam merupakan hukum maksimal (<em>al-hadd al-a`l</em>a) yang hanya bisa dijalankan ketika sanksi-sanksi hukum di bawahnya tak lagi efektif untuk mengurangi tingkat kriminalitas.</p>
<p>Dengan memperlakukan ayat-ayat jinayat sebagai fikih al-Qur’an, maka kita tak lagi terikat untuk memaksakan penerapan sanksi-sanksi hukum itu seperti yang secara harafiah disebut dalam al-Qur’an. Kita bisa mencari jenis-jenis hukum lain yang lebih relevan dan sesuai dengan konteks keindonesiaan kita. Yang penting tujuan dari sanksi-sanksi hukum Islam untuk menjerakan para pelaku tindak pidana sudah tercapai.  Wallahu A`lam Bishshawab. [] Dr. Abdul Moqsith Ghazali/www.islamlib.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/543/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=543&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/31/tafsir-rajam-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/rajam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rajam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NU Harus Dipimpin Anak Muda</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/27/nu-harus-dipimpin-anak-muda/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/27/nu-harus-dipimpin-anak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 06:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[ulil abshar-abdalla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Ulil Abshar Abdala:
NU Harus Dipimpin Anak Muda
 
ULIL Abshar Abdala tentu bukan nama baru dalam dunia pemikiran Islam di Indonesia yang penuh kontroversi. Karena itu menantu KH A Mustofa Bisri yang pernah difatwa mati oleh umat Islam lain ini bukanlah tanda seru. Namun namanya mencuat dan menjadi tanda tanya besar lagi ketika ia mencalonkan diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=541&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-540" title="Ulil-NU" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/ulil-nu.jpg?w=200&#038;h=300" alt="Ulil-NU" width="200" height="300" />Ulil Abshar Abdala:</p>
<p><strong>NU Harus Dipimpin Anak Muda</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>ULIL Abshar Abdala tentu bukan nama baru dalam dunia pemikiran Islam di Indonesia yang penuh kontroversi. Karena itu menantu KH A Mustofa Bisri yang pernah difatwa mati oleh umat Islam lain ini bukanlah tanda seru. Namun namanya mencuat dan menjadi tanda tanya besar lagi ketika ia mencalonkan diri sebagai sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada agenda besar apa yang hendak ia lakukan? Ia ingin mengobrak-abrik lembaga sakral ini atau justru membangun dengan sepenuh hati? Berikut perbincangan dengan Koordinator Jaringan Islam Liberal yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Jakarta) itu, belum lama ini.</p>
<p><span id="more-541"></span></p>
<p><strong><em>Banyak yang bilang Anda mencari sensasi saat mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PB NU. Apa komentar Anda?<br />
</em></strong>Terus terang beberapa saat lalu setelah empat tahun belajar di Amerika, saya tidak punya keinginan menjadi pimpinan NU. Jujur saja setelah mendengar kabar Yuddy Chrisnandi yang masih muda juga berjuang menjadi Ketua Umum Partai Golkar, saya terinspirasi mencoba hal sama di NU. Meskipun demikian, di NU sudah ada teladan yang bisa dicontoh. Dulu Gus Dur pada saat menjadi Ketua Umum PB NU berusia 44 tahun dan KH Wahid Hasyim juga masih sangat muda.<br />
Sejak kecil saya juga hidup, tumbuh, dan berkiprah di lingkungan NU sehingga saya merasa tidak salah jika mencalonkan diri menjadi pimpinan NU.<br />
Yang jelas setelah bertemu dan berem­buk dengan teman-teman muda, memang ada kerinduan sebagian besar dari mereka untuk kembali kepada era Gus Dur. Era Gus Dur ini ditandai oleh kepemimpinan ide. Tentu saja Gus Dur tidak bekerja dan berpikir sendiri. Ia didukung oleh para pinisepuh.<br />
Pada waktu NU dipimpin oleh Gus Dur, ia memang menjadi organisasi massa (ormas) yang semula dianggap se­bagai kaum sarungan yang tertinggal di pe­desaan menjadi ormas yang memiliki power di pentas nasional. Nah harga diri se­macam itu sekarang ini dirasakan hi­lang karena NU terlalu terlibat dalam di­namika politik.<br />
Tentu saja saya tidak antipartai atau po­litik kepartaian. Boleh saja NU terjun da­lam dunia politik. Akan tetapi harus ada keseimbangan dengan wataknya yang sebagai ormas yang mengurus umat, yakni mengurus pendidikan dan ke­maslahatan umat.<br />
Keinginan saya menjadi Ketua Umum PB NU juga didorong oleh hasrat saya mengkritik teman-teman yang telah mencitrakan lembaga ini sebagai ormas pedesaan. Ini cara memandang NU yang keliru atau tidak sepenuhnya benar. Anak-anak keluarga NU yang menempuh pendidikan di kota atau keluarga NU yang urbanisasi makin banyak. Sayang, mereka ini tidak pernah diperhitungkan. Karena itu ketika mendesain program-program apa pun yang disasar adalah warga NU yang berada di pedesaan. Warga-warga NU yang berada di perkotaan tidak pernah disapa. Akhirnya, me­reka diambil alih, direkrut, atau ”dibajak” oleh kelompok lain. Ini yang sekarang menjadi keluhan. Prinsipnya saya dan kawan-kawan muda rindu NU kembali menjadi civil society organization. Karena itu, NU harus menjadi ormas mo­derat yang membawa pemikiran segar.<br />
Mengapa harus kembali ke era Gus Dur? Saya sendiri mendefinisikan diri sebagai orang yang lahir karena Gus Dur. Waktu NU kembali ke kittah pada 1984, saya adalah santri di Kajen yang mengikuti peristiwa itu dengan penuh perhatian. Komentar-komentar, ucapan-ucapan, dan apa pun tindakan Gus Dur saya perhatikan. Karena itu figur Gus Dur benar-benar membentuk segala tindak-tanduk saya.<br />
<strong><em>Apa reaksi awal kalangan NU saat Anda mencalonkan diri?</em></strong><br />
Ada yang menyambut positif. Saya memang belum terjun di kalangan bawah tapi saya telah keliling sowan ke kiai-kiai. Selama dua bulan saya menjumpai tokoh-tokoh dan PB NU di Jawa dan luar Jawa. Saya akan silaturahim, kula nuwun kepada mereka. Saya kira saya tidak perlu mengotot menerangkan keinginan-keinginan saya. Yang penting silaturahim dulu. Nanti pada saatnya saya baru mengutarakan gagasan-gagasan atau apa yang saya pikirkan mengenai NU.<br />
Ada juga yang keras sekali merespons tindakan saya. Namun jumlahnya sangat sedikit. Saya kaget. Saya membayangkan yang mengkritik gagasan saya akan banyak. Selama ini kan saya dianggap sebagai momok bagi pemikiran-pemikiran Islam konvensional.<br />
<strong><em>Apakah keliberalisan Anda tidak menjadi persoalan?<br />
</em></strong>Sudah pasti hal itu menjadi persoalan. Akan tetapi ini akan mudah dijelaskan. Selama ini pemikiran-pemikiran Islam liberal saya telah disalahpahami. Jika dicermati, seluruh pemikiran saya se­sungguhnya merupakan kritik saya terha­dap Islam radikal. Tradisi pemikiran dan tindakan mereka jauh dari segala hal yang saya kenal di NU. Perdebatan pun terjadi. Mereka memelintir ayat-ayat Allah untuk memberhalakan keradikalan dan meng­anggap salah segala yang saya pikirkan. Parahnya setelah itu mereka memprovo­kasi dan melaporkan saya kepada para kiai mana pun betapa saya telah menyimpang dari Islam dan NU. Situasi ini menajam karena saya dan anak-anak muda lain yang liberal kurang sowan dan menjelas­kan persoalan-persoalan itu kepada para kiai.<br />
Saya yakin persoalan ini bisa terselesaikan karena saya memang sama sekali tidak mengkritik doktrin aswaja, tradisi atau ritual NU. Kritik saya, sekali lagi, tertuju pada kelompok-kelompok yang memperjuangan negara Islam atau syariat Islam di Indonesia. NU, kita tahu, secara organisatoris, tidak pernah mendukung pemberlakuan syariat Islam yang formalistik. Semangat saya dan NU sama. Pemikiran saya selama ini justru menerjemahkan semangat NU kembali ke kittah. Indonesia, kata para sesepuh NU, bukanlah negara yang harus dipertentangkan dengan Islam. Pancasila, ungkap Gus Dur, tidak harus dipersaing­kan dengan Islam. Islam dan Pancasila itu komplementer. Pemikiran-pemikiran para pinisepuh NU semacam itu sangat men­darah daging dalam diri saya. Jadi, saat saya mengkritik ide-ide pendirian ne­gara Islam, sesungguhnya merupakan ke­lanjutan dari pemikiran-pemikiran NU.<br />
Karena itu tidak ada alasan para kiai mengkritik keliberalisan pemikiran-pemikiran saya. Kemarahan kiai terjadi karena mereka mendapatkan informasi sepihak mengenai diri saya. Saya difitnah menghalalkan minum, percaya pada Syeh Siti Jenar, dan menganjurkan tidak memberikan salam kepada umat Islam. Wah, fokus perhatian saya tidak ke hal-hal semacam itu.<br />
<strong><em>Apakah tradisi NU yang meletakkan kiai sepuh sebagai segala-galanya juga tak menghambat keinginan Anda? Ba­gai­mana jika Anda tidak direstui para kiai?<br />
</em></strong>Tentu saja restu kiai masih sangat perlu. Dulu Gus Dur selain memiliki ke­kuatan ide, di belakang dia ada kiai-kiai besar yang mendukung. Antara lain ada Kiai Ali Maksum dan Kiai Ahmad Syamsul Arifin. Inilah dua naga dalam NU yang mendukung mereka.<br />
Kini memang tidak ada kiai yang memiliki reputasi semacam itu. Sekarang harus diakui ada kemerosotan kualitas kiai karena selain mereka banyak yang terjun ke politik, kualitas pendidikan di pesantren juga merosot. Waktu pendidikan di pesantren makin pendek. Tidak ada yang sampai setingkat perguruan tinggi. Generasi Kiai Ali Maksum atau Kiai Bisri Mustofa, misalnya, adalah sosok yang mondok hingga level strata tiga (S3). Sekarang segalanya sangat pragmatis.<br />
Bukan berarti saat saya sowan ke para kiai, lantas kami tidak memiliki pandang­an yang berbeda. Akan tetapi dengan memberikan penjelasan yang detail mengenai gagasan-gagasan saya, mereka tidak akan mempermasalahkan pen­calon­an diri saya sebagai Ketua PB NU.<br />
<strong><em>Bagaimana Anda ”mengatasi” atau ”berhadapan” dengan calon lain?<br />
</em></strong>Saya merasa akan bisa berkompetisi dengan mereka. Saya merasa bisa fas­tabiqul khairat dengan mereka. Masing-masing punya keunggulan dan kelemah­an. Saya akan bertarung all out. An­dalannya: saya ingin meremajakan NU dari mulai PB NU. Realitasnya yang bekerja itu anak muda, tetapi mereka tidak dianggap. Kaderisasi di NU nol. Ka­de­risasinya murni alamiah. Ini harus di­ubah. Ini berbeda dari Partai Keadilan Se­jahtera (PKS) yang kaderisasinya sistematik menggunakan cara-cara metode yang canggih dan modern. Modernisasi organisasi di NU, dengan demikian tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hanya dengan begitu NU bisa ber-fastabiqul khairat dengan ormas-ormas yang lain. Dan yang bisa merasakan sense of crisis semacam ini anak-anak muda. Bukan berarti orang tua tidak diperlukan. Akan tetapi anak-anak mudalah yang bisa bergerak me­ngatasi persoalan ini.<br />
<strong><em>Gus Mus tertawa saat saya bertanya mengenai pencalonan Anda. Apa makna tawa mertua Anda ini?<br />
</em></strong>Ya&#8230;memang mustahil&#8230;saya menjadi Ketua Umum PB NU karena selama ini saya lebih banyak di luar negeri. Selain itu saya tidak punya modal, tak punya duit banyak. Saya juga tidak punya jaringan sebagai mana teman-teman yang kini duduk di PB NU. Semua orang akan skeptis pada saya sebagaimana Susilo Bambang Yudhoyono dulu dianggap tak mungkin mengalahkan Megawati.<br />
<strong><em>Apa komentar Gus Mus pada pen­calonan Anda?<br />
</em></strong>Beliau senang. Gus Mus mengatakan, ”Memang yang harus memimpin NU anak-anak muda.” Mungkin saja yang dianggap anak muda itu bukan anak muda seperti saya. Mungkin ada anak muda lain yang lebih ideal. Hanya sejauh ini tidak ada anak muda yang berani maju. Jika ada anak muda yang maju, saya tak perlu maju.<br />
<strong><em>Mengapa tak ada?<br />
</em></strong>Memang berat menjadi Ketua Umum PB NU. Jalan untuk menjadi pemimpin NU itu memang panjang. Itu sama dengan Anda ingin menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Anda harus punya modal dan jaringan besar dan anak-anak muda tak punya keduanya. Jadi pencalonan saya ini memang gelap dari segi apa pun. Ini seperti sebuah mimpi. Saya sangat sadar saya tengah bermimpi. Saya seperti menabrak tembok tebal. Jadi memang susah menjadi Ketua PB NU. Saya ingin mencoba sampai sejauh mana saya bisa menembus tembok. Jika Gus Dur bisa memimpin</p>
<p>NU pada usia 44 tahun, mengapa anak muda NU sekarang tak bisa?<br />
Tentu Gus Dur tidak bisa dibanding­kan dengan siapa pun. Namun bukankah segala sesuatu akan menjadi kenyataan yang jika dicoba.<br />
<strong><em>Ada variabel lain yang membuat Anda yakin mencalonkan diri?<br />
</em></strong>Kepemimpinan yang sekarang ini tidak memuaskan karena telah membawa NU ke ceruk politik terlalu jauh. Ke­tidakpuasan ini bisa menjadi jalan masuk saya untuk mengubah pola kepemim­pinan di NU. Suasana reformasi juga mem­bawa tren peremajaan yang luma­yan bergelora.<br />
Ini membuat anak muda punya kesempatan memimpin. Yang jelas saya punya modal pendidikan (Is­lam, Barat, dan Timur) yang akan berguna untuk membawa NU menghadapi tantangan ke depan yang beranjak berperan di ranah global. Ini modal yang tak dimiliki kandidat lain. Ini modal yang harus dikapi­talisasi. (35)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Profil:</strong></p>
<p>Ulil Abshar Abdala: Pati, 11 Januari 1967.</p>
<p>Pendidikan: Pondok Pesantren Mansajul &#8216;Ulum, Cebolek, Kajen (Pati), Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang (Rembang), Sarjana Fakultas Syari&#8217;ah  Lembaga Pengetahuan Islam dan Arab (Jakarta, 1993), Master Perbandingan Agama (Boston, 2007), Kandidat Doktor Near Eastern Languages and Civilations Harvard University (AS).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pekerjaan: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Jakarta), Direktur Program Indonesian Conference of Religion and Peace, dan Koordinator Jaringan Islam Liberal, serta Direktur Freedom Institute (Jakarta). (35)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Triyanto Triwikromo/suara merdeka)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=541&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/27/nu-harus-dipimpin-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/ulil-nu.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Ulil-NU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lowongan Kerja</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/23/lowongan-kerja-2/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/23/lowongan-kerja-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 06:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[profesi baru]]></category>
		<category><![CDATA[rekruitmen staff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[LOWONGAN KERJA



Perusahaan dagang berskala nasional membutuhkan segera professional muda untuk bergabung mengisi lowongan dengan Posisi sebagai berikut:




MANAGER CABANG                                                   (MC)
PRODUCT ANALYS                                                     ( PA )
FASHION COORDINATOR                                         ( FC )
MANAGER AKSESORIS                                             (MA)
MANAGER FOOD SUPPLEMENT                             ( MF)
MANAGER HI TECH                                                    ( MH )
SOP CONTROLLER                                                    (SOP)
OFFICER PROGRAM                                                  (OP)
KOORDINATOR WILAYAH                                         (KW )
REDAKTUR PELAKSANA                                           [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=537&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><strong><img class="alignright size-full wp-image-538" title="Lowongan Kerja" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/lowongan-kerja.jpg?w=300&#038;h=300" alt="Lowongan Kerja" width="300" height="300" />LOWONGAN KERJA</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p style="text-align:left;">Perusahaan dagang berskala nasional membutuhkan segera professional muda untuk bergabung mengisi lowongan dengan Posisi sebagai berikut:</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p><span id="more-537"></span></p>
<ol>
<li>MANAGER CABANG                                                   (MC)</li>
<li>PRODUCT ANALYS                                                     ( PA )</li>
<li>FASHION COORDINATOR                                         ( FC )</li>
<li>MANAGER AKSESORIS                                             (MA)</li>
<li>MANAGER FOOD SUPPLEMENT                             ( MF)</li>
<li>MANAGER HI TECH                                                    ( MH )</li>
<li>SOP CONTROLLER                                                    (SOP)</li>
<li>OFFICER PROGRAM                                                  (OP)</li>
<li>KOORDINATOR WILAYAH                                         (KW )</li>
<li>REDAKTUR PELAKSANA                                           (RP)</li>
<li>REPORTER MAJALAH                                                            (RM)</li>
<li>PENULIS                                                                       (PN)</li>
<li>TRANSLATOR                                                              (TR)</li>
<li>MERCHANDISER TAS / GARMENT                          (MT)</li>
<li>QUALITY CONTROL TAS / GARMENT                     (QC)</li>
<li>SALES EXECUTIVE                                                     (SE )</li>
<li>BEAUTICIAN                                                                 (BE)</li>
<li>STAFF SEPATU                                                           (SP)</li>
</ol>
<p>Persyaratan :</p>
<ol>
<li>Pria/Wanita Usia Maks. 35 Thn (posisi 1 s.d. 16); Wanita, usia 17 – 25 Thn (Posisi 17); Wanita usia 17 – 30 Thn dengan ukuran kaki No. 37 Standar (Posisi 18).</li>
<li>Penampilan Menarik dan proporsional (Posisi 17)</li>
<li>Berbahasa Inggris Min Pasif dan menguasai Ms. Office (Posisi 1 s.d 18)</li>
<li>Pendidikan min SMU/Sederajat (Posisi 16)</li>
<li>Pendidikan min D3, jurusan Manajemen / Marketing, berpengalaman min 1 Thn (Posisi 9)</li>
<li>Pendidikan min D3, semua jurusan, menguasai bidang Fashion min 2 Thn (posisi 1 s.d. 4)</li>
<li>Pendidikan min D3 jurusan Tekhnik Pangan / Industri, menguasai bidang <em>Food &amp; Beverages </em>min 2 Thn<em> </em> (Posisi 5 &amp; 6)</li>
<li>Berpengalaman dalam pemeriksaan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur/SOP min 1 Thn (Posisi 7).</li>
<li>Berpengalaman di bidangnya masing-masing minimal 1 Thn, (Posisi 8,10,11, 12,13.14,15 &amp; 16)</li>
</ol>
<p>10.  Berpengalaman di bidang kosmetik, <em>make up, Skin Care dan Hair Do </em>min 1 Thn. (Posisi 17).</p>
<p>11.  Bersedia ditugaskan/ditempat ke Luar Kota.(Posisi 1,9 &amp; 17)</p>
<p>12.  Berpengalaman Organisasi diutamakan (Posisi 1 s.d. 18)</p>
<p align="center">Kirimkan segera berkas lamaran lengkap dan CV anda, pas photo berwarna terbaru ukuran 4X6 (2 lembar).serta No. Telp / HP yang dapat dihubungi, langsung ke :</p>
<p align="center">PO BOX 89 / CPA – 15400</p>
<p align="center">atau</p>
<p align="center">e-mail : <a href="mailto:hrd_2008@cbn.net.id">hrd_2008@cbn.net.id</a></p>
<p align="center">(Cantumkan Kode Posisi yang dilamar di sudut kanan atas)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/537/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=537&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/23/lowongan-kerja-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/lowongan-kerja.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lowongan Kerja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keinginan Damai Keinginan Bersama</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/07/keinginan-damai-keinginan-bersama/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/07/keinginan-damai-keinginan-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[STF Driyarkara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan Damai Keinginan Bersama
Rabu, 7 Oktober 2009
Setiap individu pada dasarnya memiliki posisi dan nilai yang sama sebagai manusia untuk memperoleh kehidupan yang damai. Jika kesadaran ini terbentuk, akan tercipta harmoni karena tidak akan ada lagi individu yang merasa dirinya lebih baik atau lebih unggul daripada orang lain.

Ide-ide dasar kosmopolitanisme ini dikemukakan Associate Professor of Philosophy [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=534&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"><strong><img class="alignright size-medium wp-image-535" title="damai" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/damai.jpg?w=300&#038;h=200" alt="damai" width="300" height="200" />Kehidupan Damai Keinginan Bersama</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Rabu, 7 Oktober 2009</span></p>
<p>Setiap individu pada dasarnya memiliki posisi dan nilai yang sama sebagai manusia untuk memperoleh kehidupan yang damai. Jika kesadaran ini terbentuk, akan tercipta harmoni karena tidak akan ada lagi individu yang merasa dirinya lebih baik atau lebih unggul daripada orang lain.</p>
<p><span id="more-534"></span></p>
<p>Ide-ide dasar kosmopolitanisme ini dikemukakan Associate Professor of Philosophy Faculty of Arts Deakin University, Australia, Stan van Hooft, Selasa (6/10) di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta. ”Setiap individu itu penting, tidak peduli apa pun keyakinannya. Jika kosmopolitanisme ini disadari benar nilai-nilainya, tidak akan pernah ada satu orang pun yang menganggap orang lain lebih rendah atau lebih buruk,” ujarnya.</p>
<p>Persoalan muncul ketika perasaan seperti nasionalisme atau rasisme berkembang. Nasionalisme dan rasisme adalah contoh bentuk tindakan agresif yang memisahkan kita dari orang lain atau memisahkan suatu kelompok masyarakat dengan kelompok lain yang memicu perasaan lebih unggul.</p>
<p>”Nasionalisme menjadi masalah karena terfokus pada dirinya sendiri dan ada perasaan bangsanya lebih baik daripada bangsa lain. Kontras dengan kosmopolitanisme yang memandang semua individu penting dan punya nilai yang sama,” kata Stan van Hooft.</p>
<p>Namun, dalam sesi diskusi, salah seorang peserta menilai nasionalisme di Indonesia tidak bersifat agresif. Nasionalisme justru memunculkan solidaritas lintas etnis dan menyatukan semua rakyat Indonesia sehingga bisa bergerak bersama-sama memperjuangkan idealisme yang sama. (LUK/KOMPAS.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/534/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=534&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/07/keinginan-damai-keinginan-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/damai.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">damai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ICRP: Cabut Perda Syariah</title>
		<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/06/icrp-cabut-perda-syariah/</link>
		<comments>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/06/icrp-cabut-perda-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 14:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[musdah mulia]]></category>
		<category><![CDATA[perda syariah]]></category>
		<category><![CDATA[qanun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[ICRP: Cabut Perda Syariah
Selasa, 6 Oktober 2009  
Jakarta KOMPAS - Keberadaan Peraturan Daerah (Perda) yang bernuansa syari&#8217;at Islam kembali menuai protes. Konferensi Nasional Lintas Agama (Indonesian Conference on Religion and Peace/ICRP) mendesak pemerintah untuk mencabut perda-perda ini karena dinilai inskontitusional dan bertentangan dengan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

&#8220;Kami meminta agar pemerintah melakukan evaluasi dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=531&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#000080;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-532" title="musdah-mulia" src="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/musdah-mulia.jpg?w=300&#038;h=200" alt="musdah-mulia" width="300" height="200" />ICRP: Cabut Perda Syariah</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Selasa, 6 Oktober 2009 </span><strong> </strong></p>
<p><strong>Jakarta KOMPAS -</strong><strong> </strong>Keberadaan Peraturan Daerah (Perda) yang bernuansa syari&#8217;at Islam kembali menuai protes. Konferensi Nasional Lintas Agama (Indonesian Conference on Religion and Peace/ICRP) mendesak pemerintah untuk mencabut perda-perda ini karena dinilai inskontitusional dan bertentangan dengan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.</p>
<p><span id="more-531"></span></p>
<p>&#8220;Kami meminta agar pemerintah melakukan evaluasi dan meninjau ulang seluruh regulasi yang menghambat pemenuhan kebebasan beragama agar konsisten dengan konstitusi,&#8221; ujar Ketua ICRP Musdah Mulia, saat jumpa pers, di Wisma Serbaguna, Jakarta, Selasa (6/10).</p>
<p>Musdah mengatakan, selama ini pemerintah cenderung memberi celah bagi munculnya aturan-aturan yang didasarkan pada agama tertentu. Di samping itu juga cenderung mendiskriminasi kelompok-kelompok tertentu berdasarkan agama dan kepercayaan.</p>
<p>Dia mencontohkan, banyak perda yang muncul berdasarkan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini dinilai merupakan bentuk ketidakmampuan negara untuk berdiri di atas hukum dan bersikap netral atas setiap agama dan keyakinan.</p>
<p>&#8220;Aparat hukum bertindak diatas fatwa MUI padahal institusi penegak hukum adalah institusi negara yang seharusnya dibentuk dan bekerja berdasarkan UU,&#8221; paparnya.</p>
<p>Karena itu, pihaknya akan menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait hal ini kepada Wakil Presiden dan Presiden periode 2009-2014 untuk mengevaluasi perda-perda ini. &#8220;Kami akan sampaikan kepada wapres dan presiden yang baru terpilih agar perda-perda dievaluasi dan bisa masuk ke MK (Mahkamah Konstitusi) atau Mahkamah Agung (MA) untuk dilakukan <em>judicial review</em>,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Konferensi yang digelar selama dua hari dari tanggal 5 hingg 6 Oktober 2009 ini merupakan konferensi ketiga yang diselenggarakan ICRP. Tercatat sekitar 80 peserta yang terdiri dari tokoh-tokoh agama dan kepercayaan dari berbagai daerah, menghadiri konferensi ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadnurcholish.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadnurcholish.wordpress.com&blog=4451559&post=531&subd=ahmadnurcholish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/2009/10/06/icrp-cabut-perda-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d04542313ee3532020ec7b15730d99ce?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadnurcholish</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadnurcholish.files.wordpress.com/2009/10/musdah-mulia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">musdah-mulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>