Oleh: ahmadnurcholish | September 18, 2008

FPI Melakukan Pelecehan Seksual terhadap Aktivis Perempuan AKKBB

Siaran Pers

FPI Melakukan Pelecehan Seksual terhadap Aktivis Perempuan AKKBB

 

Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)

Tentang: Pemukulan dan Pelecehan Seksual terhadap Nong Darol Mahmada aktivis AKKBB

Senin 15 September 2008, Nong Darol Mahmada aktivis AKKBB yang mengkoordinir saksi-saksi dari AKKBB hadir dalam sidang Tragedi Monas Berdarah dengan para terdakwa Rizieq Shihab, Munarman, Mahsuni Kaloko, dan 7 orang laskar Front Pembela Islam (FPI). Sidang mereka dilaksanakan secara terpisah. Saksi-saksi dari AKKBB yang hadir waktu itu di antaranya: Ninok Graciano, Oming,  Bernard, Didi, dan Edi Juwono.

Pada pukul 17.00 digelar persidangan dengan terdakwa Munarman di ruang sidang Mr. R. Wirjono Projodikoro lantai 2 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Nong berada di ruang sidang menyimak keterangan saksi dari AKKBB: Bernard. Saat itu, Nong dipanggil oleh Guntur Romli, saksi korban dari AKKBB yang berada di teras ruang sidang.

 

Guntur melihat tujuh terdakwa dari laskar FPI–yang berseragam putih-putih, bersepatu bot, dan mengenakan baret–yang pada saat itu mereka telah menyelesaikan persidangannya, namun tujuh terdakwa dari laskar FPI itu bebas berkeliaran di teras dan halaman ruang sidang. Guntur juga melihat mereka dengan bebasnya turun naik gedung persidangan.

 

Di antara tujuh terdakwa itu tidak terlihat ada pengawalan dari aparat kepolisian ataupun kejaksaan. Mereka bebas ngobrol dan bercanda dengan massa dari FPI di teras ruang sidang. Guntur heran, mengapa tujuh terdakwa itu bisa bebas berkeliharan, semestinya setelah sidang mereka selesai, mereka dikembalikan ke ruang tahanan, bukan bebas berkeliaran apalagi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena di pengadilan tersebut yang hadir tidak hanya massa dari PFI, tapi juga dari AKKBB. Berkeliarannya tujuh laskar terdakwa FPI itu jelas-jelas mengancam saksi-saksi AKKBB yang pada sidang sebelumnya memberikan kesaksian untuk mereka.

 

Melihat kejanggalan itu, Guntur mengajukan protes pada seorang polisi di tempat itu namanya Jamal Alkatiri, anggota Polres Jakarta Pusat. Guntur bilang, “Pak, itu tujuh terdakwa dari FPI kok bisa bebas berkeliaran? “ Jamal, oknum polisi itu malah balik bertanya, “siapa bilang mereka terdakwa, mereka itu pendamping, kamu siapa?” tanya Jamal dengan nada yang membentak. Guntur menjawab, “saya saksi korban dari AKKBB, saya sangat tahu mereka terdakwa, bukan pendamping”. Jawaban Guntur tidak memuaskan Jamal Alkatiri, malah Jamal semakin meninggikan suaranya, “kamu mau apa!” Ucapan dengan nana tinggi itu diteriakkan berulang-ulang, sehingga memancing perhatian massa FPI dan tujuh terdakwa dari FPI. 

 

Guntur lantas minta tolong temannya untuk memanggil Nong agar menelpon pihak kejaksaan untuk menanyakan berkeliarannya tujuh terdakwa FPI itu. Nong datang, dan berusaha menjelaskan ke Jamal, namun Jamal tidak peduli, dengan wajah yang marah, dia terus mendekati Guntur sambil teriak-teriak. Untungnya ada staf Kejaksaan yang pada waktu itu lewat, dan Nong bertanya, “benarkah tujuh orang yang berseragam itu terdakwa?”, staf kejaksaan itu menjawab “iya”.

 

Teriakan Jamal Alkatiri terus memancing perhatian, Jamal juga semakin mendekat ke Guntur, seseorang yang memakai pakaian kemeja baris-baris yang berusaha menghalang-halangin ya malah didorong dengan paksa oleh Jamal. Massa FPI dan tujuh terdakwa dari laskar FPI itu terus mendekat: mengepung Guntur dan Nong yang terpojok di depan ruang saksi. Guntur dan Nong tidak bisa menghindari, massa FPI mengepung dari arah depan, kanan dan kiri, sementara di belakang Guntur dan Nong pagar batas lantai dua, mereka berdua bisa jatuh ke halaman Pengadilan Negeri.

 

Pada saat itu, seorang laki-laki memukul kepala Nong, dan dengan cepat laki-laki itu mundur sambil merunduk, dan menghilang di kerumunan. Seorang laki-laki lain yang dikenal, menggerayangi pinggang dan perut Nong, mencakar dan mencubit. Seorang laki-laki lain memukul perutnya.

 

Guntur dan Nong diselamatkan oleh aparat yang berpakaian safari cokelat dan dibawa ke ruang saksi, namun di ruang saksi tujuh terdakwa dari laskar FPI sudah berada di sana sambil teriak-teriak dan memaki-maki Nong, salah seorang dari mereka juga berusaha mengejar dan memukul Nong. Karena di ruang saksi lantai 2 tidak kondusif, Nong dan Guntur dibawa ke ruang saksi di lantai 1.

 

Dari peristiwa itu ada tiga hal:

Pertama, telah terjadi pemukulan dan pelecehan seksual terhadap Nong Darol Mahmada yang dilakukan oleh massa FPI.

 

Kedua, aparat (kejaksaan dan kepolisian) telah membiarkan tujuh terdakwa dari laskar FPI bebas berkeliaran tanpa pengawalan di ruang sidang, seharusnya setelah sidang selesai, mereka dikembalikan ke ruang tahanan.

 

Ketiga, aparat kepolisian yang seharusnya melindungi saksi korban, malah terlibat provokasi seperti yang dilakukan oleh oknum polisi bernama Jamal Alkatiri, dengan sikapnya yang arogan dia memancing massa FPI untuk melalukan kekerasan dan intimidasi terhadap massa dan saksi AKKBB

 

maka, kami dari AKKBB mengecam dan mengutuk anggota FPI yang telah melakukan pemukulan dan pelecehan seksual. Kami juga menuntut kepada beberapa pihak:

Pertama, kepada Rizieq Shihab sebagai ketua FPI untuk meminta maaf secara terbuka atas nama anak-anak buahnya yang kemaren berlaku kurang ajar: memukuli dan melecehkan Nong, permintaan maaf tersebut harus dimuat di semua media pers nasional,

 

Kedua, jika dalam tempo 3×24 jam tuntutan pertama tersebut tidak dipenuhi, maka kami akan laporkan/adukan pidana kepada Polisi agar anak-anak buahnya itu ditangkap dan diproses hukum,

 

Ketiga, kepada pihak kepolisian agar melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan mereka; melindungi saksi (khususnya korban yang jadi saksi), menindak oknum polisi yang malah melakukan provokasi dalam peristiwa tersebut, dan menindak massa FPI yang telah melakukan pemukulan dan pelecehan terhadap Nong Darol Mahmada,

 

Keempat, kepada pihak kejaksaan agar melindungi saksi (khususnya korban yang menjadi saksi), dan tidak membiarkan para terdakwa bebas berkeliaran di arena persidangan.

 

Jakarta, 16 September 2008

CP:

Asfinawati 0812-821-8930

 

Lembaga-lembaga yang mendukung AKKBB:

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), National Integration Movement (NIM), the Wahid Institute, Kontras, LBH Jakarta, PBHI Jakarta, Tim Pempela Pancasila, Yayasan Jurnal Perempuan (YJP), Jaringan Islam Kampus (JaRiK), Lembaga Studi Agama dan Filsafat (eLSAF), Kongkow Bareng Gus Dur, Generasi Muda Antar Iman, Crisis Center Gereja Kristen Indonesia, Institut DIAN/Interfidei, Masyarakat Dialog Antar Agama (MADIA), Komunitas Jatimulya, ILRC, eLSAM, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Jaringan Islam Liberal, Lembaga Kajian Agama dan Jender, Pusaka Padang, Yayasan Tunas Muda Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Komunitas Utan Kayu, Anand Ashram, Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (GANDI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Forum Mahasiswa Ciputat, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Gerakan Ahmadiyah Indonesia, Tim Pembela Kebebasan Beragama, El_Ai_Em Ambon, Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta, Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta, Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta, Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta, SHEEP Indonesia Jogjakarta, Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya, Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya, LSM Adriani Poso, PRKP Poso, Komunitas Gereja Damai, Komunitas Gereja Sukapura, GAKTANA, Wahana Kebangsaan, Komunitas Penghayat, Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok, Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo, Crisis Center SAG Manado, LK3 Banjarmasin, Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan Makassar, Jaringan Antar-iman se-Sulawesi, Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin, PERCIK Salatiga, Sumatera Cultural Institut Medan, Muslim Institut Medan, PUSHAM UII Jogjakarta, Swabine Yasmine Flores-Ende, Komunitas Peradaban Aceh, AJI Damai Yogyakarta, LBH Padang, Lensa NTB, PP Fatayat NU, Kapal Perempuan, Aliansi Masyarakat Depok Cinta Damai, AKUR Bandung, AKUR NTB, IPTP, Rumah Indonesia, Gerakan Nurani Ibu

About these ads

Responses

  1. makanya di rumah aja masak…..mentang mentang dibayar mau2nya di suruh kumpul di monas….sok tau,

  2. Yang sok tahu itu Anda atau mereka yg di Monas itu?. Dari mana Anda tahu kalau mereka dibayar?

    Bahkan hingga detik inipun teman-teman AKKBB masih saweran utk membayar pengganti peralatan yg rusak, biaya rumah sakit dan advokasi proses pengadilan.

    Mari belajar berbicara dan berargumen yg bijak. Jangan asal bicara tanpa landasan pengetahuan yg memadai.

    Terimaksih
    Salam kenal
    Nurcholish

  3. Masya allah… speechless :(

    Mereka itu wanita-wanita ibu-ibu bangsa kita, kenapa sampai dilecehkan???

  4. Saat peristiwa Monas, anggota AKKBB memang dibayar untuk melakukakan aksinya. Sebenarnya mereka tidak mengetahui kalau dijadikan bumper/tameng. Ada agenda besar di balik peristiwa itu yang bertujuan menjatuhkan kelompok lain. Saya bicara ini karena saya tau persis. To: Ahmad Nurcholish, saat ini mereka menanggung sendiri karena pembayar mereka sudah pergi. Tujuan seudah tercapai. Selebihnya berjalan dengan “alami”. Saya hadir pada pertemuan-pertemuan sebelum kami berangkat ke Monas. Tentu saja, nama saya bukan Kumalasari, sehingga Anda tidak dapat melihat nama itu di daftar hadir. Saya menyesal, hanya untuk beberapa ribu rupiah bersedia menjadi boneka.

  5. Wah anda ini kayak Tuhan aja ya, kalimat “saya tahu persis” mengindikasikan hal itu. Paling tidak anda orang yg paling dekat dgn Tuhan lah, karena bisa ‘meneropong’ misteri hati dan polah-tingkah manusia di sekitar anda.

    Tapi sayang, koq anda merasa dijadikan boneka? Betapa kerdilnya anda jika sampai hal itu anda alami. Orang yg dapat mengetahui dgn persis apa yang menjadi agenda, perjuangan orang-orang dan lembaga yg tergabung dalam AKKBB seharusnya hal itu tdk terjadi pada anda.

    Syukurlah jika anda cepat menyadarinya (jd boneka), karena yg saya tahu tak ada yg ingin jadikan anda semacam itu. kecuali aktivis AKKBB berubah haluan ingin jualan boneka…..

    Salam
    Nurcholish

  6. Kalian memang ahli provokasi dari judul aja keliatan provokatif, pendukung2 akkbb sudah banyak dikenal anti Islam, di dukung media. yayasan yahudi Asia Foundation adalah donatur kalian. bertaubatlah!!!!!

  7. klo fair gak usah pake moderasi

  8. jaringan iblis liberal yg kalian anut sudah terlalu banyak menyakiti umat Islam. bertaubatlah!!!!sebelum taubat itu ditutup….

  9. Kronologi Bentrok FPI-AKKBB di PN Jakpus
    Abdullah Mubarok

    Habib Rizieq
    (inilah.com/subekti)

    INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum FPI Habib Rizieq menuding aktivis AKKBB Guntur Romli berada di balik penyerangan terhadap anggotanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. FPI melaporkan penyerangan ini ke Polda Metro Jaya.

    “Pada hari ini saya meminta segenap kuasa hukum melaporkan wartawan Tempo Guntur Romli ke Polda Metro Jaya telah melakukan penghinaan etnis dan mengancam melakukan pembunuhan kepada Habib Ali,” kata Rizieq di Masjid Al Hikmah PN Jakpus, Jakarta, Kamis (25/9).

    Rizieq menyebutkan, berdasarkan keterangan anggotanya, Guntur Romli membawa preman-preman yang dipersenjatai sejumlah barang seperti celurit dan menyerang anggota FPI yang sedang menghadiri sidang.

    Sementara Habib Ali yang menjadi korban mengungkapkan, bentrokan itu bermula saat dirinya berpapasan dengan Guntur.

    “Saya dikatakan Arab oleh Guntur Romli, dibilang memperkosa TKW di sana,” tutur Ali.

    “Dia bilang ke saya, gue bunuh lu,” imbuh Ali menirukan ucapan Guntur.

    Guntur, lanjut Ali, mencoba memprovokasi dirinya dengan ucapan: “Ayo, lu jual gue beli,”

    “Saya tidak suka provokasi, dan tidak terprovokasi. Aparat diam saja,” tegas Ali.

    Akibat bentrokan itu, 3 anggota FPI menjadi korban. Korban bernama Tomi terkena sabetan besi di tangannya dan bagian belakang kupingya terkena celurit.

    Sedangkan anggota FPI bernama Junaidi mengalami memar di tangan kanan akibat hantaman benda keras, dan seorang anggota FPI lainnya bernama Eko mengalami lebam di pipinya akibat pukulan besi.

    “Kita ada bukti saksi dan korban. Dan tadi salah satu tas preman yang menyerang itu jatuh,” kata Rizieq.

    Rizieq pun mengeluarkan isi tas berupa sebuah lembaran bertuliskan kontras, dan buku berwarna hijau berjudul ’99 Keistimewaan Gus Dur’ berikut daftar nama 33 preman bayaran yang ikut menyerang.

    “Dengan sengaja para preman diberikan sebuah baju yang masih baru bertuliskan Banser, Gus Nuril,” kata Rizieq sambil menunjukkan bahan baju warna hitam yang masih baru.

    “Ini upaya adu domba, FPI dan NU bersaudara. Saya tekankan, bersaudara. Mereka preman celurit, jangan ada adu domba yang memecah persatuan dan kesatuan. Ini upaya yang radikal, penghasutan, fitnah dan upaya pembunuhan,” teriak Rizieq.

    Sekitar pukul 14.00 WIB, Habib Ali dan 3 korban bentrokan didampingi beberapa kuasa hukum menuju Polda Metro Jaya untuk melaporkan kejadian ini.[L6]

  10. Massa Rizieq Dilempari Batu!
    Abdullah Mubarok

    (inilah.com/Wirasatria)

    INILAH.COM, Jakarta – Saat sidang Ketua FPI Habib Rizieq diskors, tiba-tiba ada serangan dari massa AKKBB berbaju hitam-hitam. Batu-batu pun melayang. Massa FPI yang mayoritas berbaju putih-putih pun berusaha mengejar massa yang terus melempari batu.

    Insiden terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (25/9) pukul 12.30 WIB. Awalnya massa FPI mayoritas berada di lantai 2 tempat sidang Rizieq digelar. Tiba-tiba massa FPI lainnya yang ada di halaman gedung pengadilan berteriak. “Anak gue dilemparin batu, digebukin, ayo FPI yang di atas turun.”

    Mendengar itu massa FPI di lantai 2 segera turun dan keluar dari gedung pengadilan. Aparat kepolisian juga ikut berlarian. Polisi dengan sigap mengambil tameng dan helm. Mereka pun bersiaga di depan pagar gedung pengadilan.

    Terlihat massa AKKBB sekitar 20 orang terus melempari massa FPI dengan batu. Sejumlah massa AKKBB tampak memutar-mutarkan gesper ke udara. Sedangkan massa FPI tak peduli dengan lemparan batu tersebut dan terus mengejar massa Banser. Akhirnya massa AKKBB kabur.

    Insiden ini sempat memacetkan lalu lintas di Jl Gadjah Mada. Setelah massa AKKBB kabur, massa FPI kembali ke gedung pengadilan untuk bertahan. Polisi juga tetap bersiaga di gerbang gedung pengadilan.

    Hingga pukul 12.50 WIB, batu-batu masih tampak berserakan di jalanan. Sementara lalu lintas berangsur-angsur lancar.

    Sementara sidang Rizieq terkait kasus penyerbuan massa AKKBB di Monas 1 Juni 2008 masih akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.[L3]

  11. idang Munarman Vs Koran Tempo Ditunda

    Munarman
    (inilah.com/subekti)

    INILAH.COM, Jakarta – Hakim sudah mengulur waktu persidangan, namun Koran Tempo tidak menghadiri sidang perdanan gugatan Munarman, terkait pemuatan foto Munarman mencekik seseorang pada rusuh Monasi, 1 Juni 2008. Koran Tempo digugat Rp 13 miliar.

    “Ditunda pada 14 Oktober 2008. Para tergugat sudah dipanggil secara patut tetapi tidak juga hadir,” kata pengacara Panglima Komando Laskar Islam Munarman, Syamsul Bahri, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (18/9).

    Menurut Syamsul, majelis hakim sudah mengundurkan jadwal sidang dari pukul 09.00 hingga 12.30. Namun para tergugat tetap tidak memunculkan wajahnya di persidangan.

    Selain Koran Tempo yang dinaungi PT Tempo Media harian sebagai tergugat I, Pimred Koran Tempo dan Ahmad Suedy dari Wahid Institute masing-masing menjadi tergugat II, dan tergugat III.

    Pada 3 Juni 2008, Koran Tempo memasang foto Munarman yang tengah mencekik seorang anggota AKKBB pada rusuh Monas sebagai headline.

    “Pada faktanya, yang dipegang Munarman itu bukan anggota AKKBB, melainkan anggota Laskar Islam yang dihalangi Munarman untuk tidak melakukan tindakan anarkis,” kata Syamsul.[L8]

  12. masa banser NU ngerokok le le puasa gak tuh

    mencoreng kesatuan tuh

  13. Meski pakai moderasi, saya jamin seluruh tanggapan yg masuk selalu saya apload, apapun isinya, sepanjang tdk menyinggung pada pihak2 tertentu secara langsung.

    Lihat saja postingan yg ada, tak melulu pro terhadap tulisan & berita2 yg saya apdate. Byk pula yg kontra. Tetapi saya berusaha utk fair dgn menguploadnya.

    Terimakasih
    Salam
    Nurcholish

  14. bung aji, dari semua postingan bung ahmad yang sudah saya baca, saya tidak melihat tuh kalimat-kalimat yang menyakiti umat islam..

    sekarang gini aja deh,
    faktanya massa FPI selalu dengan bangganya menyebut “Allahu Akbar!!” padahal yang diperbuat adalah perbuatan keji..

    masihkah anda bersimpatik terhadap ormas tersebut??

  15. Hahaha….

    Ahmad, ahmad….

    Have a great days,
    & No thank 4 you,

    Nothing


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: